Ini Awal Kecurigaan Revina VT yang Buat Kasus 'Terapi di Kamar' Dedy Susanto Terbongkar ke Publik

Revina VT sang selebgram menggunakan 'kekuatan'-nya di sosial media untuk membongkar sisi lain Dedy Susanto.

Instagram/ dedysusantopj dan revinavt
Ini ?Awal Kecurigaan Revina VT yang Buat Kasus 'Terapi di Kamar' Dedy Susanto Terbongkar ke Publik 

Dengan membagikan pengalaman pribadinya, Revina berharap bisa memberi sedikit kekuatan pada perempuan yang membaca untuk turut speak up.

Revina juga ingin membesarkan hati para korban pelecehan seksual bahwa mereka tak salah dan tak sendirian.

Revina VT
Revina VT (Instagram/ revinavt)

"Hari ini rencananya mau berhenti sejenak, ternyata ga bisa.

Kalau gue berhenti, gue akan ketinggalan berita kalian.

Gue mau share pengalaman ya, gue juga pernah dilecehkan kok.

Pantat gue pernah diremes gitu aja sama abang-abang, dan gue cuman bisa ngefreeze dan diem aja.

Gue juga pernah waktu casting, paha gue diraba gitu aja.

Gue juga pernah dipaksa ciuman, ditahan badannya terus gue teriak-teriak gamau, tapi dia ga stop.

Gue ngerasa kotor, gue ngerasa jijik sama diri gue sendiri.

Kali ini, gue gamau diem aja. Udah terlalu banyak predator yang bebas gitu aja, gue gamau mereka lepas tanpa hukuman apapun.

Temen-temen korban, dan temen-temen sekalian. Jangan takut, yuk share.

@dedysusantopj gaboleh lepas gitu aja, akan sangat berguna kalau kalian mau dibuka identitasnya dan bersedia menghentikan aksi jahat doktor ini.

Kalian ga sendiri, kalian ga akan pernah sendiri.

Temen-temen, kalau mau bantu semangatin para korban ayo share pengalaman kalian juga, kasi tau mereka ga akan pernah sendiri.

Predator ga boleh idup tenang setelah bikin kita jijik dan marah sama diri sendiri.

Gue gak salah, ini semua bukan salah gue.

Sama kayak lo, LO GAK SALAH. #GueJuga," tulis Revina di kolom caption.

Tanggapan Dedy Susanto PJ

Terus menerus diberondong dengan mention oleh Revina VT dan pengguna sosmed lain, Dedy pun akhirnya angkat bicara.

Menurut pantauan TribunStyle dari Instagramnya, hal pertama yang Dedy klarifikasi adalah tentang alasan Revina menyerangnya.

Dedy membagikan chat lamanya dengan Revina ketika mereka sedang berdiskusi soal LGBT.

Isu yang masih sensitif dibicarakan di Tanah Air ini pun memantik diskusi panjang yang tegang.

Revina pun sempat mempertanyakan gelar serta ijazah Dedy serta kapasitasnya sebagai seorang terapis dalam dunia psikologis.

Dedy Susanto klarifikasi
Dedy Susanto klarifikasi (Instagram/ dedysusantopj)

Kali ini, Dedy memutuskan untuk menon-aktifkan kolom komentarnya.

"Ini untuk Revi yang memviralkan bahwa saya tidak ada ijin praktek.

Dan mengapa S1 dan S2 saya deketan," tulis Dedy Susanto.

Klarifikasi Dedy Susanto PJ

Nampaknya tanggapan dan klarifikasi yang dilakukan tak membuahkan hasil.

Dedy masih terus 'diserang'.

Revina tak henti membongkar fakta-fakta tersembunyi,

Hal ini pun membuat Dedy Susanto kembali buka suara.

Ia mengatakan bahwa semua itu adalah fitnah belaka.

Ini semua sudah kebangetan sih fitnahnya...

Dedy Susanto
Dedy Susanto (Instagram/ dedysusantopj)

Dedy menyangkal fakta-fakta yang dibeberkan Revina.

Ia juga mengaku tak tahu apa itu videocall duogoolge.

"Apalagi soal videocall duogoogle.

Saya saja baru tau ada duogoogle.

Orang yang bersangkutan yang katanya namanya siap diexpose saya aja tidak kenal dia sama sekali.

Teman-teman tolong jangan ikut jadi bagian yang percaya fitnah.

Mabk saya nggak kenal sama kamu sama sekali.

Videocall duogoogle aja saya baru tahu, kita nggak pernah dm sama sekali. Mbak tujuannya apa? Mau naikin followers,

Teman-teman, chat-chat DM itu bisa dengan mudah diedit.

DM saya ke mbak ini tidak ada sama sekali.

Mbak apa sih tujuannya?"

Di kolom captioon, Dedy bahkan mengajukan proses pengadilan pada Revina.

"Revina mohon kita proses aja di pengadilan jangan terus menerus expose sesuatu yang kamu sendiri belum mengecek sama sekali.

Hanya chat dm dan wa sudah kamu expose, itu semua bisa di edit.

Selama ini aku ajarin orang sabar.

Sehingga aku kalem beberapa hari ini, tapi kok ini fitnahnya udah berlebihan yah.

Sebaiknya sama mbak-mbak yang fitnah aku itu, kamu cek dulu sama teman-teman kamu yang IT itu bener ngga chat asli," tulis Dedy Susanto.

Dedy susanto
Dedy susanto (Instagram/ dedysusantopj)

"Cium-cium tubuh seseorang dari kepala sampe kaki?

Mbak kalau mau fitnah kira-kira mbak.

Selama ini saya diam karena saya sering ajarin orang ikhlas maka saya harus ikhlas.

Namun fitnah makin luar biasa," tegas Dedy.

Dedy Susanto masih bersikukuh bahwa hal-hal tersebut hanya fitnah belaka.

Dedy pun mengimbau agar followersnya tak termakan fitnah bahkan jadi penyebarnya.

"Entah apa tujuan dari kisah-kisah palsu ini, teman-teman tolong jangan mau jadi bagian dari penyebaran fitnah," tulis Dedy.

Dukungan Publik

Revina VT dapat dukungan dari banyak pihak, termasuk mereka yang memiliki 'kekuatan' di sosial media karena jumlah followers yang capai angka jutaan.

Banyak yang jadi ikut memperhatikan hal ini.

"Tolong ini masalah serius banget difollow up terus sampe ranah hukum.

Tiap baca kasusnya makin emosi.

Ada orang sejahat ini memanfaatkan kerentanan orang lain. JANGAN SAMPAI MASALAH INI NANTI HILANG TERMAKAN WAKTU DAN GA ADA HUKUMAN APA2.

Kasihan ga kebayang ini para korban-korbannya harus menanggung “trauma menjijikan” semacam ini seumur hidup (emoji).

Semangat terus revina dan para korban please kalian harus kuat sampai orang itu mendapatkan hukuman yang setimpal.

Jangan sampai ada PREDATOR2 LAIN yang berbuat seenaknya sama perempuan. Perempuan ga lemah, perempuan juga bisa kuat melawan (emoji).

Revina kamu keren (emoji)," tulis akun @indra.sugiarto .

"Bukan orang2 yang butuh pertolonganmu, BUT YOU! YOU NEED HELP @dedysusantopj," tulis akun @sundariindah .

"Sedih, marah, campuraduk. Orang yang minta pertolongan itu udah terluka, kok ya masih ditambahi luka (emoji)," tulis akun @jiemiardian . 

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle dengan judul 5 Fakta Revina VT Bongkar Sisi Lain Dedy Susanto, Soroti Perlakuan Sang Doktor Psikologi pada Pasien

Editor: Rizka Pratiwi Utami
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved