Setelah Valentine Banyak Remaja di Palembang Lapor Jadi Korban Kekerasan Seksual

Direktur Eksekutif Women's Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi, mengungkapkan, banyak remaja yang melapor kepada pihaknya setelah

Setelah  Valentine Banyak Remaja di Palembang Lapor Jadi Korban Kekerasan Seksual
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD saat memberikan sambutan pada acara talkshow peringatan hari kasih sayang dan hari anti kekerasan seksual, Women's Crisis Center (WCC) Palembang di Griya Agung, (14/02/2020). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Maya Citra Rosa 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Direktur Eksekutif Women's Crisis Center (WCC) Palembang,
Yeni Roslaini Izi, mengungkapkan, banyak remaja yang melapor kepada pihaknya setelah perayaan hari valentine.

Karena alasan rasa saya mereka melakukan kekerasan seksual.

Hal itu diungkapkan Yeni saat menghadiri talkshow peringatan hari kasih sayang dan hari anti kekerasan seksual, Women's Crisis Center (WCC) Palembang di Griya Agung, (14/02/2020).

Yeni mengatakan, kekerasan seksual di Sumsel sangat memprihatinkan.

"Di Sumsel yang melapor mungkin banyak, namun yang tidak melapor bisa lebih 10 kali lipat, bahkan yang melapor justru tetangganya," kata Yeni.

Menurut Yeni banyak kasus yang diterima setelah hari valentine, oleh karena itu diadakan kegiatan ini untuk menghapuskan kekerasan seksual tersebut.

Valentine Kelabu, Seorang Pria Sakit Hati Ketika Tunangannya Dilamar Pria Lain: Kamu Diikat 2 Pria

Daftar Kata-kata Selamat Hari Valentine atau Valentines Day Versi Bahasa Inggris Dilengkapi Artinya

"Banyak remaja yang melapor setelah hari valentine, mereka melakukan kekerasan seksual karena rasa sayang," ujarnya.

Kekerasan yang bersikap memaksa tanpa ada persetujuan dari korban, terdapat 15 bentuk kekerasan seksual, perkosaan, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan aborsi, pelecehan seksual, prostitusi paksa, penyiksaan seksual, praktik tradisi, ekspoitasi seksual, pemaksaan kehamilan, pemaksaan kontrasepsi, kontrol seksual, penghukuman nuansa seksual, perdagangan perempuan dan intimidasi seksual.

AKBP Erlin Tangjaya Pastikan OKU Timur Bersih dari Perayaan Hari Valentine, Ini yang Dilakukannya!

Live Streaming Dengerin Lagu Romantis Spesial Valentine dari tahun 80an, 90an & 2000an, Klik di Sini

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD mengatakan kekerasan dan bully harus diakhiri, pernah ada yang melapor kepada PKK provinsi Sumsel, bahwa terjadi kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri.

"Kekerasan dan bully sering dilakukan oleh siapa saja, kepada anak perempuan atau pun laki-laki, dimana pun bisa terjadi," ujarnya.

Oleh karena itu, suara dan aksi dari pemuda Sumsel dalam menghapuskan kekerasan maupun bully dan pelecehan seksual dan perkawinan anak harus dikenali.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved