Mantan Wakil Presiden Sebutkan Perbandingan Era Soeharto dan Jokowi, Anggaran Pembangunan Dibahas

Mantan Wakil Presiden Sebutkan Perbandingan Era Soeharto dan Jokowi, Anggaran Pembangunan Disorot

Mantan Wakil Presiden Sebutkan Perbandingan Era Soeharto dan Jokowi, Anggaran Pembangunan Dibahas
Kolase (Kementerian Sekretariat Negara RI)
Presiden ke-2 Indonesia Soeharto (kiri) dan Presiden RI Joko Widodo (kanan) 

"Artinya kita harus menyadari juga, semua orang harus ikat pinggang dan mengutamakan bagaimana mencapai kemajuan itu dari sisi mana pun," terangnya.

JK mengingatkan tidak mungkin suatu negara mampu mencapai kemajuan sedangkan di sisi lain memiliki gaya hidup boros.

"Kita tidak mungkin mencapai dua, kita boros, kemudian ingin maju, ndak ada negara seperti itu," katanya.

Ia mencontohkan bagaimana Korea yang kini sudah termasuk negara maju namun tetap memiliki gaya hidup hemat demi menunjang perekonomian dalam negeri.

"Korea sekarang juga boleh rakyatnya sudah maju, tapi kalau ke luar negeri dibatasi," jelas JK.

"Masih berhemat, masih memajukan industri walau pun sudah maju."

Mantan pendamping Presiden SBY itu menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat di Korea berbanding terbalik dengan Indonesia.

"Kita kadang-kadang tanpa batas," ujarnya.

Jaman Soekarno Bersatu Tapi Tidak Maju

Kemudian JK menyampaikan pesannya agar Indonesia dapat menjadi negara yang maju.

Kunci kemajuan Indonesia menurut JK berada pada persatuan dan mendorong program-program pemimpin negara.

Soekarno
Soekarno (Kompas.com)
Halaman
1234
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved