Berita Palembang

'Ayah! Bangun Sebentar Lagi Kita Menikah' Ratap Lina Disamping Mayat Kekasihnya yang Tewas Ditikam

Lina meratap di samping jenazah Adi yang tewas dibunuh tetangganya sendiri di kawasan Kemasrindo Kertapati Palembang.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Andi Wijaya
Lina (17) meratapi kematian Adi Saputra calon suaminya yang tewas karena ditikam tetangganya sendiri di Kemasrindo Kertapati Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Lantaran tak terima sering diejek dengan panggilan Ustad membuat Reksa (23), warga Jalan Kemas Rindo Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati Palembang, nekat menghabisi nyawa Adi Saputra (20), yang tak lain tetangganya sendiri.

Informasi yang dihimpun Sriwijaya Post peristiwa tersebut terjadi, Kamis, (13/2), sekitar pukul 17.30. Dimana saat itu korban sedang makan di warung di kawasan Jalan Kemas Rindo Lorong Keluarga RT 15 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Palembang.

Lantaran, merasa kesal sering dipanggil Ustad. melihat korban sedang makan, Reksa pun bergegas pulang untuk mengambil sebilah pisau dan kembali mendatangi TKP (Tempat kejadian perkara). Tanpa banyak bicara

Reksa pun langsung menusuk korban sebanyak 2 liang, yang mengenai lengan dan perut korban.

Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke RS Bari, Palembang, dengan kondisi usus terburai.

Namun, di tengah perjalanan saat hendak ke rumah sakit, korban pun menghembus nafas akhirnya. Sedangkan Reksa saat itu langsung melarikan diri.

Sementara petugas Reskrim Polsek Kertapati yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar pelaku dan mencari keberadaannya.

Alhasil Reska pun berhasil diamankan oleh petugas Reskrim Polsek Kertapati, setelah 3 jam usai kejadian tak jauh dari TKP (Tempat kejadian perkara).

Dan setelah berkoordinasi dengan tim Tekab 134 Polrestabes Palembang, Reksa dan barang bukti sebilah pisau, pun langsung digiring ke Polrestabes Palembang, guna mempertanggung jawabkan ulahnya.

Sedangkan Reksa ketika ditemui di ruang piket reskrim mengaku nekat menusuk korban lantaran dirinya sering diejek korban dengan panggilan " Ustad".

" saya sering dipanggil ustad " pak oleh korban. Panggilan itu mengejek saya. Ini lantaran saya telah berubah untuk mendekatkan diri dengan tuhan," ungkapnya.

Lanjut Reksa, sebelum kejadian dirinya hendak solat magrib. Namun tiba-tiba di belakang ada yang mengikutinya, yang tak lain orang tua korban," saya terkejut pak, jadi saya batal solat dan pulang ke rumah.

Nah ketika melintas hendak pulang ke rumah terlihat korban, saat itu lah saya pulang dan mengambil pisau, untuk menujah korban," katanya kembali.

Reksa pelaku pembunuh Adi Saputra saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (14/2/2020)
Reksa pelaku pembunuh Adi Saputra saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (14/2/2020) (SRIPOKU.COM/Andi Wijaya)

Piala Soeratin Cup 2020 Tim Sepakbola U-15 Singa Ogan Komering Ilir Mewakili Sumsel ke Yogyakarta

Akhir Perjalanan Begal Sadis di Prabumulih, Coba Kabur Saat Ditangkap, Keok Ditembak Polisi

Bupati OKU Selatan, Harapkan Komitmen Setiap Instansi Wujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korups

Namun, niat jahat Reksa pun akhirnya berakhir ke sel tahanan Polrestabes Palembang," dua kali pak saya tusuk, di lengan dan perut. Saya juga tidak mengira kalau korban meninggal dunia.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved