Human Interest Story

Jelang Observasi di Natuna Selesai, Keluarga Lega tak Terjangkit Corona

Observasi dilakukan pemerintah guna mencegah Novel Coronavirus mewabah di Indonesia.

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. 

Raut wajah bahagia dari Rahayu (56) terpancar. Sesekali ia tersenyum saat ditanya kondisi anaknya yang kini sedang mengikuti observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Rahayu adalah ibu dari Dista Wahyu Prasetyo (21), mahasiswa Wuhan University of Technology, Hubei Cina. Ia mengaku belum melakukan persiapan terkait rencana kepulangan buah hatinya.

Begitu juga dengan Rosuli, kakak Husnia. Adiknya, tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Bahasa dan Sastra Mandarin Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Husnia, satu dari 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diobservasi Pemerintah RI di Natuna.

Berdasarkan ketetapan pemerintah, WNI yang didatangkan dari Wuhan — lokasi merebaknya Novel Coronavirus, diobservasi selama 14 hari di Hanggar Landasan Udara (Lanud) Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Prabowo dan Terawan, Dua Mantan Jenderal TNI Ini Tanpa Pakai Masker Datang ke Natuna, Ini Aksinya!

Pesawat Nir Awak Indonesia Mengudara, Elang Hitam di Atas Natuna

Derita TKW Asal Lahat di Negara Ada Kasus Virus Corona, Sekedar Beli Masker Pun Kini tak Mampu

Observasi dilakukan pemerintah guna mencegah Novel Coronavirus mewabah di Indonesia. Itu merupakan langkah antisipatif untuk melindungi warga di Tanah Air.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus, menyebut observasi terhadap 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Cina, selesai pada 15 Februari atau Sabtu mendatang. Namun, Terawan belum memastikan tanggal kepulangan para WNI tersebut. Pasalnya saat ini masih dikoordinasikan terkait transportasi yang digunakan untuk kepulangan masing-masing WNI itu.

“Keluarga tentunya sangat bersyukur dan lega karena kalau sudah boleh pulang, berarti adik saya (Husnia) tidak terkena virus corona,” ungkap Rosuli.

Rosuli menjelaskan, sejauh ini kondisi di Natuna, lokasi karantina WNI dari Wuhan baik. Kebutuhan para WNI yang diobservasi pun selalu dipenuhi oleh pemerintah. Husnia, sang adik, diungkapkan Rosuli juga dalam keadaan sehat. Bahkan berat badan Husnia terus bertambah selama diobservasi di Natuna.

“Terakhir telepon adik saya bilang tambah gemuk, beratnya naik 7 kilogram,” ungkap Rosuli.

Rosuli mengungkap belum ada rencana penyambutan khusus. Sementara ini keluarga masih menunggu informasi seputar mekanisme pemulangan Husnia dari Natuna.

“Sekarang ini masih menunggu kabar dari pemerintah pusat seputar mekanisme pemulangan adik saya,” kata Rosuli.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved