Cerita Lurah Tuan Kentang,Yakinkan Warganya Pasang Gas, Kini Ada Ribuan Pelanggan Jargas

Ada 41 Kepala Keluarga (KK), di Kelurahan Tuan Kentang yang belum mendapatkan aliran Jargas.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Sosialisasi pemasangan jargas di Kelurahaan Tuan Kentang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ada 41 Kepala Keluarga (KK),  di Kelurahan Tuan Kentang yang belum mendapatkan aliran Jargas.

Bantuan pemasangan instalasi jaringan gas (Jargas) Kota Palembang oleh Kementerian ESDM sejak tahun 2018 di beberapa kecamatan di Kota Palembang.

Menurut Lurah Tuan Kentang, Shanty Manora, jumlah tersebut berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh kelurahan dan pihak SP2J.

"Sebanyak 41 SR tersebut karena adanya meteran yang rusak, rumah yang direvonasi atau ada yang sudah terpasang, namun gasnya belum teralir," kata Shanty

Menurutnya, sejauh ini masyarakat merespon baik pemasangan gas in tersebut, selain lebih menghemat penggunaannya, jargas juga lebih aman.

Meskipun pada awalnya beberapa warga merasa takut dipasang jargas.

Namun Shanty beserta jajaran telah mengadakan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan jargas tersebut.

"Gas In tentu lebih aman dibandingkan tabung, karena kalau dibandingkan, tekanan pada Jargas hanya berkisar
0,2-0,3 Bar, sedangkan gas elpiji ukuran kecil saja tekanannya berkisar 1,0-2,2 Bar," ujarnya.

Warga Tuan Kentan Beralih Gunakan Jargas, Ketua RT : Token 20 Ribu Cukup untuk 2 Minggu

Pemkot Palembang, Ungkap Banyak Warga Galau Dipasang Jargas, Klaim Termakan Isu Negatif

Saat ini di Kelurahan Tuan Kentang sudah terpasang 1.077 SR jargas, namun itu belum seluruhnya, karena masih ada sekitar 1000 KK lagi yang belum terpasang jargas.

"Nanti kita akan data dan usulkan lagi untuk pemasangan jargas ke Pemerintah Kota Palembang untuk tahun 2020 ini," ujarnya.

Butet, warga RT 28 Kelurahan Tuan Kentang mengatakan, meski pada pendataan awal dia tidak ikut, namun pada pendataan kedua di tahun ini, dia ingin memasang jargas tersebut.

"Saya tidak ikut waktu itu, karena saya dempetan dengan tetangga, hanya boleh satu rumah, kalau ada lagi pemasangan jargas, saya pasti mau," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved