Banjir di Desa Pauh Muratara, 2298 Jiwa Terdampak, Sekolah dan Pustu Terendam

Banjir masih merendam permukiman penduduk di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (13/2/2020).

Banjir di Desa Pauh Muratara, 2298 Jiwa Terdampak, Sekolah dan Pustu Terendam
tribunsumsel.com/rahmat aizullah
Banjir merendam permukiman warga di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Banjir masih merendam permukiman penduduk di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (13/2/2020).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Syarmidi mengatakan, saat ini banjir di Kabupaten Muratara hanya terjadi di Desa Pauh.

"Kami sudah melakukan monitoring, hanya satu desa yang masih terendam banjir, beberapa desa yang sebelumnya banjir sudah surut," kata Syarmidi, Kamis (13/2/2020).

Pihaknya mencatat ada 546 rumah, 763 kepala keluarga dan 2.298 jiwa yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Rawas di Desa Pauh tersebut.

Syarmidi menyampaikan, dari 546 rumah yang terdampak, hanya beberapa rumah saja yang terendam karena mayoritas penduduk menggunakan rumah panggung.

Lima Desa di Muara Kelingi Terdampak Banjir, Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan Dalami Sebabnya

"Di sana rumahnya banyak rumah panggung, banyak rumah bertingkat, kalau banjir paling tokonya saja yang terendam, warganya pindah ke rumah lantai dua," katanya.

Selain menggenangi rumah penduduk, banjir juga merendam jalan desa, kebun warga, lahan pertanian, sekolah hingga Puskesmas Pembantu (Pustu).

Bahkan satu jembatan gantung akses penghubung yang menyeberangi Sungai Rawas terancam diterjang arus jika volume sungai terus meningkat.

"Fasilitas umum yang terendam air ada dua SD, dua SMP, dan dua Pustu, jalan desa juga terendam, jembatan gantungnya juga sudah dekat dengan air," katanya.

Air Sungai Musi di Muratara Meluap, Pemukiman Penduduk di Kecamatan Rawas Ilir Terendam Banjir

Syarmidi memastikan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa, tidak ada warga yang harus diungsikan, serta tidak ada kebutuhan yang mendesak dari bencana banjir tersebut.

"Alhamdulillah saat ini masih aman-aman saja, rumah yang rusak akibat banjir juga tidak ada, terkait kerugian masih dalam proses pendataan," katanya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved