Cerita Pasutri Tunanetra yang Kesehariannya Jualan Kerupuk Keliling, Miliki 1 Anak, Matanya Normal

Cerita Pasutri Tunanetra yang Kesehariannya Jualan Kerupuk Keliling, Miliki 1 Anak, Matanya Normal

Kompas.com
Setiawan (36) dan Kamel Putri (21) pasutri tunanetra di Bandar Lampung berisitirahat dalam perjalanan pulang setelah berkeliling berjualan keripik, Selasa (11/2/2020). Keduanya memutuskan berjualan bersama-sama agar bisa saling menjaga.(KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA) 

Seiring berjalan waktu, benih cinta mulai tumbuh. Mereka pun memutuskan menikah pada 2016 lalu. “Awalnya dikenalin sama saudara. Mulai suka sama istri karena sering ngobrol. Ya, saya pikir, daripada lama-lama, mending langsung menikah saja,” kata Setiawan.

Sang istri tampak malu-malu. Rona wajahnya memerah. Berulang kali Putri menutup mulutnya menahan tawa.

“Dia (Setiawan) sering ngegombalin saya. Namanya perempuan, apalagi saya masih muda, ya luluh juga,” kata Putri.

Putri pun menerima lamaran Setiawan. Mereka menikah secara sederhana. Urusan makan dan kebutuhan rumah tangga, mereka serahkan kepada Empunya Alam Semesta.

Keduanya memutuskan berjualan keripik dan kerupuk. Dengan bersama-sama, mereka bisa saling menjaga.

“Jualan bareng, jalan kaki. Jadi nggak sepi, ada teman ngobrol di jalan,” kata Putri.

Di Era Jokowi, Uang Pensiun PNS Dipotong Gara-gara Dialihkan ke BPJS TK, Tenaga Pensiunan Was-was!

Usai Tertangkap Pakai Narkoba, Sifat Asli Lucinta Luna Terbongkar, Teman Dekat Blak-blakan Akui Ini

Kronologi Koper Raffi Ahmad Dicuri Komplotan di Bandara, Wajah Pelaku Diungkap Suami Nagita Slavina!

Selayaknya rumah tangga, Setiawan dan Putri mengaku pernah bertengkar. Namun, karena sudah sangat hafal karakter istrinya, Setiawan punya trik sendiri.

“Berantem pasti, namanya rumah tangga. Tapi nggak pernah lama. Nggak boleh suami istri marahan lama-lama. Biasanya kalau habis berantem, saya kasih cokelat, baikan lagi,” kata Setiawan sambil terkekeh.

Setiawan dan Putri membatasi lama mereka berjualan hingga pukul 13.00 WIB. Setelah itu pulang dan mengasuh buah hati mereka yang masih berusia 3 tahun.

“Alhamdulillah, matanya normal, bisa melihat. Lagi lucu-lucunya,” kata Setiawan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Cinta Pasutri Tunanetra Penjual Kerupuk, Setiap Bertengkar, Istri Luluh dengan Cokelat", https://regional.kompas.com/read/2020/02/11/15275731/kisah-cinta-pasutri-tunanetra-penjual-kerupuk-setiap-bertengkar-istri-luluh?page=all#page2.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved