4 Pelajar dari Itali, Jerman, Meksiko Sekolah di Lubuklinggau, Ungkap Perbedaan Cara Belajar

SMA Negeri 1 Lubuklinggau kedatangan 4 orang pelajar dari luar negeri.

4 Pelajar dari Itali, Jerman, Meksiko Sekolah di Lubuklinggau, Ungkap Perbedaan Cara Belajar
SRIPOKU.COM / Eko Hepronis
Empat warga negara asing saat mengikuti pertukaran pelajaran di SMA N 1 Kota Lubuklinggau, Selasa (11/2/2020) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - SMA Negeri 1 Lubuklinggau kedatangan 4 orang pelajar dari luar negeri.

Mereka diantaranya Emily (17) pelajar asal Italia, Azzura (17) asal Jerman, Ole (17) asal Jerman dan Briana (16) asal Meksiko.

Para pelajar tersebut sengaja didatangkan dari luar negeri dalam program pertukaran pelajar.

Sudah 7 bulan di Indonesia beberapa sekolah sudah didatangi diantaranya yakni salah satu sekolah di Bekasi dan Sekolah di Palembang.

Keempat pelajar asing tersebut mengaku sangat senang belajar di SMA Negeri 1 Lubuklinggau.

Karena menurut mereka pelajar di Indonesia orangnya baik dan ramah.

Emily menuturkan, ada beberapa perbedaan perbedaan antara proses pembelajaran di Indonesia dengan ditempat asal mereka.

"Kalau disini dominasi agama Islam, kalau kami disana mayoritas kristen katolik dan protestan," ujar Emily yang sudah pasih berbahasa indonesia pada wartawan.

Sementara Azzura menimpali jika waktu pelajaran di negara mereka lebih sedikit, tidak ada baju seragam dan tidak ada waktu untuk berdoa sebelum memulai pelajaran.

Kepala SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Zulkarnain mengatakan, pihaknya meresa senang dengan kunjungan 4 pelajar asing tersebut.

Karena hal itu guna memotivasi dan memberi contoh nyata kepada siswa didiknya untuk melihat cara belajar siswa asing secara langsung.

Dan juga bisa berbagi pengalaman bagaimana belajar yang baik seperti yang diterapkan di luar negeri sana.

Namun, tetap ditekankan untuk siswa dapat menerima dan memberikan pelayanan terbaim bagi empat siswa asing tersebut.

"Juga kita tekankan kepada siswa untuk tetap untuk menyeleksi mana yang baik untuk di terapkan disini. Mana yang tidak baik. Karena setiap negara memiliki aturan dan kebebasan sendiri. Kita tetap mengedepankan budaya kita," paparnya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved