4 Hari AIr PDAM Tirta Prabujaya tak Mengalir, Pelanggan Butuh Air Bersih

Meski saat ini masuk musim hujan namun sejumlah pelanggan PDAM Tirta Prabujaya di kawasan Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur

Musim Hujan, Warga Tugu Kecil Prabumulih Kesulitan Air Bersih Akibat PDAM Tak Mengalir

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Meski saat ini masuk musim hujan namun sejumlah pelanggan PDAM Tirta Prabujaya di kawasan Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur, sejak beberapa hari ini justru mengalami krisis air.

Warga mengeluhkan sejak empat hari hingga Selasa (11/02/2020) air dari PDAM Tirta Prabujaya tak kunjung mengalir.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pelanggan lantaran tidak bisa melakukan aktivitas memasak, mencuci bahkan kesulitan untuk mandi.

"Air PDAM terakhir mengalir pada Jumat malam lalu dan hingga hari ini (Selasa-red) tak kunjung mengalir," ungkap Musnaini, satu diantara pelanggan PDAM Tirta Prabujaya di kawasa Kelurahan Tugu Kecil ketika dibincangi wartawan.

Musnaini mengatakan, di kawasan tempat tinggalnya memang air PDAM ada jadwal mengalir namun sejak beberapa waktu lalu sepanjang malam dan siang ditunggu tak kunjung mengalir.
Pihaknya berharap PDAM segera mengalir seperti biasanya sehingga bisa melakukan aktivitas seperti biasa dan tidak susah mencari air.

"Kami memang ada sumur namun tidak pernah dipakai karena kotor, kalau sampai tidak hidup tepaksa harus beli air bersih. Kami mengharapkan pihak PDAM segera melakukan perbaikan," bebernya.

Hal yang sama disampaikan Tino yang juga mengeluhkan air PDAM tidak mengalir dan membuat pihaknya kesulitan air bersih.

"Kita terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari terutama untuk memasak. Beli air untuk mengisi tedmont satu mobil Rp 80 ribu," katanya seraya mengeluhkan sudah beberapa hari membeli air.

Sayangnya Direktur PDAM, Fajar Chriswary Wardana ST ketika coba dikonfirmasi melalui sambungan telpon dengan kondisi tak aktif.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE berharap apa yang menjadi keluhan pelanggan PDAM itu bisa segera diatasi. "Jika ada hambatan dibeberapa titik harapan kita segera atasi, ada kendala teknis segera diatasi," ujarnya.

Palo mengatakan, tidak semua masyarakat memiliki ketersediaan air berlimpah meski sedang musim hujan sehingga jangan sampai warga terhambat karena tidak semua warga ada sumur gali.

"Apa yang diinginkan PDAM terkait suport pemerintah daerah dan DPRD terkait penyertaan modal sudah kita lakukan sehingga peningkatan pelayanan harus juga dilakukan," bebernya.

Lebih lanjut Palo menjelaskan, penyertaan modal PDAM tahun ini yakni Rp 26 miliar, dimana Rp 1,7 miliar adalah penyertaan modal untuk mengatasi operasinal PDAM, Rp 24 miliar sisanya itu direncanakan ada bantuan APBN yang akan masuk ke PDAM Prabumulih lebih kurang kisarannya Rp 240 miliar secara bertahap.

"Dana penyeryaan modal yang dilakukan itu adalah perasyatan dana pendamping penyertaan modal, karena akan ada bantuan dari pusat kita senang kita stujui, selain itu juga PDAM ada income dari penaginan pelanggan jadi gunakan itu untuk pelayanan pelanggan," harapnya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved