Berita PALI

Warga Desa Talang Bulang PALI Tagih Janji, Bangun Jembatan Penghubung, Bongkar Musola

Warga Desa Talang Bulang PALI Tagih Janji, Bangun Jembatan Penghubung, Bongkar Musola

Warga Desa Talang Bulang PALI Tagih Janji, Bangun Jembatan Penghubung, Bongkar Musola
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Warga Desa Talang Bulang PALI Tagih Janji, Bangun Jembatan Penghubung, Bongkar Musola 

Warga Desa Talang Bulang PALI Tagih Janji, Bangun Jembatan Penghubung, Bongkar Musola

SRIPOKU.COM, PALI - Warga Desa Talang Bulang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menagih janji kepada pihak perusahaan.

Pasalnya, sebelum membangun jembatan penghubung di antara Kabupaten Muaraenim - PALI, terlebih dahulu dibangun jembatan semetara atau darurat.

Hanya saja, dilahan tersebut ada Musola tempat warga sekitar beribadah dan dibongkar agar tidak menghambat kendaraan melintas.

Namun demikian, sudah sejak satu bulan Jembatan penghubung permanen itu rampung dikerjakan dan dioperasionalkan, belum ada Musola yang tak jauh dari lokasi jembatan itu bakal dibangun kembali.

Kepala Desa Talang Bulang Menriadi mengatakan, bahwa warga sekitar menagih janji kepada pihak pelaksana dalam hal ini PT Atar Lumbung, yang saat pembongkaran pelaksana itu berjanji bakal membangun kembali Musola tersebut.

Namun sudah satu bulan lebih jembatan itu diresmikan Pemprov Sumatera Selatan, pihak pelaksana hilang bagaikan ditelan bumi.

Ia mengaku sudah menghubungi pihak pemborong, tapi sampai saat ini belum ada jawaban.

"Musola ini dibongkar, karena dianggap mengganggu pelaksanaan pekerjaan jembatan. Namun meraka berjanji bakal dibangun kembali," ungkap Menriadi, Minggu (9/2/2020).

Ia menjelaskan, pihak pelaksana pernah menawarkan untuk pembangunan Musola dikerjakan masyarakat setempat.

Meski begitu pihak perusahaan memberikan anggaran sangat minim, sehingga kini tidak ada satupun warga menyanggupinya untuk mengambil proyek pembangunan Musola.

"Pada intinya, kami mengharapkan pihak pelaksana itu membangun kembali Musola, karena itu tempat ibadah warga sekitar," katanya.

Sementara, Anggota DPRD PALI Safirin meminta, agar pihak perusahaan bisa cepat merealisasikan permintaan masyarakat.

"Pembangunan jembatan itu bersumber dari APBD provinsi, dengan anggaran lebih dari Rp6 miliar."

"Jadi ketika pembangunan selesai, janji kepada masyarakat harus cepat dipenuhi terlebih yang dibongkar itu sarana ibadah kami juga berharap ini cepat ditanggapi," katanya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved