Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar, BKSDA Sebut Ada 17 Ekor Harimau di Sumsel

Dalam kurun waktu dua bulan, sejak November hingga Desember 2019, sedikitnya terjadi tujuh kasus serangan Harimau Sumatera yang terjadi di Kota Pagar

SRIPOKU.COM / Linda
Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel Akhmad Najib saat menandatangani komitmen untuk berkolaborasi dalam penanggulangan konflik manusian dan satwa liar di Provinsi Sumsel, di Hotel ALTS Palembang, Senin (10/2/2020) 

Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar, BKSDA Sebut Ada 17 Ekor Harimau di Sumsel

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam kurun waktu dua bulan, sejak November hingga Desember 2019, sedikitnya terjadi tujuh kasus serangan Harimau Sumatera yang terjadi di Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Muara Enim.

Menyikapi hal itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan "Lokakarya Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar di Provinsi Sumsel yang didukung oleh
ZSL Indonesia, di Hotel ALTS Palembang.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel, dalam
menanggulangi konflik antara manusia dengan satwa liar di beberapa wilayah kabupaten/kota di Sumsel.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan (Sumsel) Genman S. Hasibuan mengatakan, selama habitat masih terganggu resiko konflik masih tetap tinggi.

semua pihak harus sadar melakukan penanggulangan masalah yang ada.

"Habitat Harimau di Sumsel ada di Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, Muba, Banyuasin, Muratara, dan Pagaralam. Untuk populasinya berdasarkan data di tahun 2016 minimal ada 17 Harimau," kata Gen Man.

Menurutnya, untuk update data terbaru belum ada. Namun bisa saja bertambah, kalau berkurang menurutnya tidak.

Sebab dalam kurun waktu tiga tahun terakhir belum ada terlihat perburuan Harimau.

"Kita harus membuat komitmen kalau tempat Harimau alokasikan buat Harimau.
Bukan tidak boleh memanfaatkan hutan, tapi pemanfaatannya harus berkesusaian. Misal kalau di wilayah gajah jangan pula ditanam ubi," cetusnya.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved