Breaking News:

Enam Desa Belum Relakan Lahan Tol Indralaya-Prabumulih

Pembangunan ruas jalan tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 kilometer terkendala pembebasan lahan.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
DOK. KEMENTERIAN PUPR/https://money.kompas.com/
Ilustrasi jalan tol 

PALEMBANG, SRIPO -- Pembangunan ruas jalan tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 kilometer terkendala pembebasan lahan. Imbasnya, jalan tol yang direncanakan dikerjakan sejak April 2019 lalu terpaksa belum dikerjakan hingga saat ini, Minggu (9/2).

Manager PT Hutama Karya (HK), Hasan Turcahyo mengatakan, pembangunan ruas jalan tol yang menghubungkan dua kabupaten itu belum menemui kata sepakat. Sebanyak lahan di enam desa di kabupaten Ogan Ilir masih menemukan kendala pembebasan lahan.

Adapun keenam desa di yang masih terkendala pembebasan lahan yakni, Tanjung Seteko, Indralaya Mulya, Saka tiga Seberang, Sejaro Sakti, Cinta Manis dan Palem Raya.

"Lokasinya di sepuluh kilometer pertama. Enam desa itu masuk zona satu yang mana pembangunan Indralaya hingga Prabumulih dibagi enam zona," ujarnya.

Menurutnya, lahan-lahan yang seharusnya dibebaskan untuk pembangunan konstruksi masih menunggu, sebagaimana lahan itu menjadi hal yang sangat krusial. Padahal HK sendiri sudah meneken kontrak pengerjaan tol dengan kontraktor untuk pembangunan.

"Buldoser punya kontraktor pun nggak bisa masuk. Mau gimana, sampai sekarang belum ada yang bebas," tegas Hasan.

Diakui Hasan, untuk tahun 2020 pihaknya menargetkan pembangunan selesai sepanjang 25 kilometer, dalam kata lain zona satu dan dua harus segera rampung. Mengingat, proyek tol menjadi target proyek nasional.

"Semua pihak bupati/gubernur juga harus bantu agar persoalan pembebasan lahan cepat selesai. Target kita bisa selesai kalau lahan juga selesai," harap Hasan.

Direktur Keuangan, PT Waskita Beton Precast, Antonius YT Nugroho menambahkan, untuk pembangunan tol Indralaya-Prabumulih menjadi tanggung jawab pihaknya dalam menyedikan bahan material pembangunan tol.

"Kita yang menyediakan precast (beton konstruksi) dan Ready mix (semen) untuk proses pembangunan. Yang mana proses pengiriman bahan material itu sudah dilakukan sejak Desember 2019 lalu," jelasnya. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved