Antisipasi Kebakaran Hutan, Sejumlah Desa Pakai Dana Desa Bangun Gedung Karhutla

Pemerintah pusat, meminta desa-desa yang rawan kebakaran hutan, untuk menganggarkan dana sosialisasi dan pelatihan antisipasi kebakaran hutan dan lah

Antisipasi Kebakaran Hutan, Sejumlah Desa Pakai Dana Desa Bangun Gedung Karhutla
Tribun Wow - Tribunnews.com
Kebakaran Hutan dan Lahan 

Antisipasi Kebakaran Hutan, Sejumlah Desa Pakai Dana Desa Bangun Gedung Karhutla

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Pemerintah pusat, meminta desa-desa
yang rawan kebakaran hutan, untuk menganggarkan dana sosialisasi dan pelatihan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Prabumulih, Akhmad Fauzan A SST MM melalui Kabid Pemdes Fathan Mubina SKm MSi ketika diwawancarai wartawan, Senin (10/02/2020).

"Khusus desa yang banyak kejadian kebakaran lahan dan hutan maka dana desanya bisa dipakai untuk menanggulangi atau pencegahan kebakaran," ungkap Fathan.

Menurut Fathan, desa juga bisa menggunakan dana desa untuk membeli sarana dan prasarana maupun melakukan pelatihan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi desa bisa mengantisipasi karhutla dalam menghadapi musim kemarau," katanya.

Lebih lanjut pria yang sebelumnya merupakan Lurah Karang Raja, itu mengaku untuk Kota Prabumulih sendiri terdapat beberapa desa yang rawan karhutla saat kemarau tiba seperti di wilayah Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).

"Disana paling banyak desa dan hutan serta lahan masih luas, memang beberapa desa disana rawan kebakaran hutan dan lahan," bebernya.

Sementara itu, Kades Talang Batu Kecamatan RKT, Syahril Kenedi ketika diwawancarai mengatakan, pihaknya tahun ini menganggarkan dana untuk pembangunan gedung pemadam kebakaran hutan dan lahan lengkap dengan sarana prasarana.

"Rencana kita karena ini intruksi maka kita akan bangun gedung Karhutla, anggaranya masih kita rinci karena berikut sarana dan prasarana," ujarnya.

Syahril Kenedi menuturkan jika estimasi dirinci pihaknya butuh dana sekitar Rp 70 juta untuk pembuatan bagunan dan Rp 90 juta sarana-prasarana termasuk nantinya juga ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan dibuatkan SK (Surat Keputusan) kepala desa.

"Jadi seperti di honorkan, jangan katek ongkos bae seperti pakaian dan lain-lain. Kenapa perlu karena desa kita ini paling banyak kebakaran hutan sepanjang tahun lalu dan setiap hari kebakaran selama kemarau," tambahnya.

Terpisah Camat Rambang Kapak Tengah (RKT), Danal Safri SH menuturkan memang terdapat beberapa desa yang rawan api di wilayah dipimpinnya.

"Desa Talang Batu sudah menganggarkan untuk antisipasi karhutla, mungkin desa lain mulai menganggarkan juga untuk antisipasi musim kemarau dan kita mendukung itu selagi sesuai aturan berlaku," bebernya

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved