HATI-HATI! Melipat-lipat Uang Mahar Hingga Berbentuk Pigura Bisa Masuk Penjara, Denda Rp 1 Miliar

Ternyata penggunaan mata uang rupiah untuk keperluan mahar atau mas kawin dalam pernikahan dapat terancam sanksi pidana.

SRIPOKU.COM - Jika membahas masalah pernikahan, pastinya tak jauh-jauh dari yang namanya mahar atau mas kawin.

Mahar memang merupakan salah satu syarat dari sebuah pernikahan.

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa nilai mas kawin menjadi sesuatu yang sangat penting.

Jadi jangan heran jika ada yang memberikan mahar hingga ratusan juta rupiah.

Namun, tak sedikit pula pasangan artis yang ternyata menikah dengan mahar yang sangat sederhana. 

Selain seperangkat peralatan ibadah dan perhiasan, kebanyakan calon mempelai memilih uang sebagai mahar atau mas kawin untuk memenuhi syarat.

Ternyata penggunaan mata uang rupiah untuk keperluan mahar atau mas kawin dalam pernikahan dapat terancam sanksi pidana.

Dilansir oleh Kompas.com, beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kualitas uang rupiah antara lain dengan tidak menjadikannya sebagai mahar dalam acara pernikahan.

Pasalnya sebagai mahar, seringkali uang tersebut dibentuk menjadi berbagai macam rupa sehingga berpotensi merusak kualitasnya.

"Mahar dengan uang rupiah yang dibentuk bermacam-macam bisa merusak kualitas uang tersebut," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, PengelolaanUang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Perwakilan BI Surakarta Bakti Artanta di Solo, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved