Sumsel Ikut Aturan Kemnenterian Perdagangan untuk Stop Impor Hewan Hidup dari China

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menghentikan impor sementara untuk beberapa produk asal Tiongkok.

sripoku.com/jati
Konsumen memilih produk buah di salah satu supermarket yang ada di mal Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan menghentikan impor sementara untuk beberapa produk asal Tiongkok atau China.

Ada beberapa produk yang sudah pasti pasti dihentikan sementara impornya masuk ke tanah air, yaitu hewan hidup dari Negeri Tirai Bambu seperti kura-kura, ular, dan lainnya.

Sebelumnya pada Selasa (4/2/2020) Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan untuk produk pangan holtikultura seperti sayuran dan buah masih boleh masuk ke Indonesia.

"Kebijakan penghentian impor sementara ini dari pusat dalam hal ini Kemendag.

Kita di daerah ikut saja kebijakan tersebut," Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan, Kamis (6/2/2020).

Cina Kurangi Impor Karet

Iwan menyebutkan, saat ini harga bahan pokok di Sumsel baik lokal maupun impor terpantau masih relatif normal.

Misalnya saja untuk cabai merah besar lokal kisaran harganya dari Rp40.000,-/kg sampai dengan Rp70.000,-/kg, cabai merah keriting dari Rp40.000,-kg sampai dengan Rp70.000,-/kg.

Untuk cabai rawit merah (cabe burung) dari Rp90.000,-kg sampai dengan Rp. 100.000,-/kg, cabai rawit hijau dari Rp36.000,-kg sampai dengan Rp 80.000,-/kg.

Selanjutnya harga bawang merah dari Rp28.000,-kg sampai Rp40.000,-/kg, bawang putih (honan) dari Rp. 45.000,-kg sampai dengan Rp. 50.000,-kg, kedelai impor dari Rp8.000,-/kg sampai dengan Rp. 10.000,-/kg.

"Harga di pasar tradisional masih relatif stabil dan pasokan masih terjaga dengan baik." ujar Iwan.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved