Ibadah Haji Itu Panggilan Bukan Menunggu untuk Dipanggil, Begini Penjelasannya!

Ibadah Haji itu Panggilan bukan Menunggu untuk Dipanggil, Begini Penjelasannya

Rahmad Zilhakim
H.Muhammad Husein Toyib, sebagai salah satu pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Sumatera Selatan (Sumsel) 

Ibadah Haji itu Panggilan bukan Menunggu untuk Dipanggil, Begini Penjelasannya!

SRIPOKU.COM -  Menurut makna bahasa, Haji berarti menyengaja atau mengunjungi, sedangkan dalam terminologi islam, Haji itu berarti berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan beberapa amalan-amalan seperti wukuf, tawaf, sa’i serta amalan lainnya pada masa tertentu untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT.

Keseluruhan rangkaian pelaksanaan ibadah haji itu dilakukan di Arab Saudi, sehingga siapapun yang berangkat kesana tentulah orang yang mampu dan memiliki bekal materi yang cukup.

Namun, untuk memutuskan pergi haji, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu Haji secara umum.

Berikut Sripoku.com akan mengulas secara lengkap apa itu pengertian haji dan macam macam haji.

Yang akan langsung dijelaskan oleh H.Muhammad Husein Toyib, sebagai salah satu pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Sumatera Selatan (Sumsel).

Niat Bacaan & Tata Cara Shalat Dzuhur yang Benar serta Tuntunan Lengkap Doa Wirid Sesudah Sholat

Ia menuturkan bahwa, Haji itu adalah sebuah panggilan dari allah bukan diri kita yang menunggu untuk dipanggil.

"Haji itu sebenarnya sudah lamaa sekali allah panggil dari zaman nabi ibrahim, bukan malah dari kitanya untuk menunggu dipanggil dalam menunaikan ibadah haji," ujarnya.

H.Muhammad Husein juga menjelaskan dalil yang telah diperintahkan umatnya untuk menunaikan ibadah haji bukan untuk orang yang mampu saja melainkan kepada seluruh umatnya.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ﴿٢٧﴾لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ﴿٢٨﴾ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Halaman
1234
Penulis: Nadyia Tahzani
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved