Kebutuhan Pokok

"Rokok Sebuah Kebutuhan Pokok??"

Rokok telah layak masuk ke dalam kategori kebutuhan pokok, setidaknya bagi para pe­rokok yang seringkali disebut ahli hisap.

ist
Rillando Maranansha Noor, SE 

"Rokok Sebuah Kebutuhan Pokok??"

Oleh : Rillando Maranansha Noor, SE

Statistisi Pertama BPS Kabupaten OKU Timur

Rokok telah layak masuk ke dalam kategori kebutuhan pokok, setidaknya bagi para pe­rokok yang seringkali disebut ahli hisap.

Tanpa bermaksud provokatif, tapi itulah fak­ta yang ada, bahwasanya rokok telah menjadi suatu komoditi yang memiliki kon­tri­busi besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam hal pengeluaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat di Sumatera Selatan (Sumsel), rokok kretek filter a­dalah komoditi yang menyumbang konstribusi tertinggi terhadap garis kemiskinan, yai­tu 14,18 % di perkotaan dan 10,28 di perdesaan.

Hanya beras sebagai makanan po­kok masyarakat yang mampu mengungguli konstribusi rokok, yaitu 18,58 di per­ko­ta­an dan 27,30 di perdesaan.

Bicara kebutuhan pokok, tentu akan langsung mengingatkan kita akan sembako alias sem­bilan bahan pokok.

Walau banyak disebut orang, namun mungkin tak banyak yang mampu menjelaskan apa saja sembilan bahan pokok tersebut.

ilustrasi/rokok
ilustrasi/rokok (ist)

Menurut Ke­pu­tus­an Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 115/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Fe­bruari 1998 atau biasa disingkat Kepmenperindag 115/1998 yang termasuk sem­bi­lan bahan pokok yaitu beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan a­yam, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah, dan garam beryodium.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved