Camat Muaraenim Lantik Anggota BPD di Dua Desa

Camat Muaraenim Drs H Asarli Manudin MSi, melantik 14 anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dari Desa Tanjung Serian dan Desa Karang Raja.

sripoku.com/ardani
Camat Muaraenim Drs H Asarli Manudin MSi, melantik 14 anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dari Desa Tanjung Serian dan Desa Karang Raja, masa bhakti 2020-2026. Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim di Aula Kantor Camat Muaraenim, Rabu (5/2). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Bupati Muaraenim yang diwakili Camat Muaraenim Drs H Asarli Manudin MSi melantik 14 anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dari Desa Tanjung Serian dan Desa Karang Raja di Aula Kantor Camat Muaraenim, Rabu (5/2/2020).

Pelantikan ini berlaku untuk masa bhakti 2020-Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim di Aula Kantor Camat Muaraenim, Rabu (5/2/2020).

Dalam pelantikan tersebut juga dihadiri para pejabat unsur Forkopinda, anggota BPD, dan para undangan.

Menurut Asarli, bahwa anggota BPD tersebut setara dengan Kades dan perangkatnya karena sama-sama dilantik oleh Bupati Muaraenim.

Tim Macan Komering Polsek Pampangan OKI Tembak Komplotan Begal Sadis

Yyang membedakannya adalah Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing yang telah diatur oleh peraturan masing-masing.

Jabatan sebagai pimpinan dan anggota BPD selama enam tahun, dan bisa mencalonkan lagi hingga tiga periode.

"Sembilan anggota BPD Desa Karang Raja dan lima anggota BPD Tanjung Serian," katanya.

Kedepan, lanjut Asarli, kepada pimpinan dan anggota BPD yang baru dilantik terutama yang baru kali menjabat sebagai anggota BPD, untuk secepatnya menyesuaikan diri dan beradaptasi serta memahami Tupoksi degan sebaik mungkin terutama tugas, kewajiban dan hak serta hal-hal yang dilarang dilakukan sebagai anggota BPD.

Dan yang paling penting adalah komunikasi, koordinasi dan saling menghargai serta menghormati antara Kades dan perangkatnya dengan pimpinan dan anggota BPD.

Jika ada informasi dan permasalahan dicerna dulu dan dikoorsinasikan, jangan ditelan mentah-mentah sehingga desa bisa kondusif.

"Kalau ada permasalahan dimusyawarahkan, kalau masih tidak bisa laporkan ke camat," pungkasnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved