Lismawati Kembangkan Eceng Gondok Jadi Kerajinan Rumah Tangga

sekilas tanaman eceng gondok tidak berguna, bagi masyarakat sekitar pinggiran sungai. Tetapi setelah diberikan pelatihan, sekarang jadi penghasilan

Lismawati Kembangkan Eceng Gondok Jadi Kerajinan Rumah Tangga
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Lismawati Kembangkan Enceng Gondok Jadi Kerajinan Rumah Tangga 

Lismawati Kembangkan Enceng Gondok Jadi Kerajinan Rumah Tangga

SRIPOKU.COM, BANYUASIN-Warga Desa Cinta Manis Lama Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, membuat kerajinan tangan dengan bahan tumbuhan jenis Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang tumbuh di sepanjang Sungai Cinta Manis.

Berkembang biaknya Eceng Gondok, tumbuhan di atas air tersebut, dimanfaakan oleh warga Desa Cinta Manis dengan di komandoi oleh Kepala Desa Cinta Manis Lama Lisnawati, untuk dijadikan bahan kerajinan tangan dengan membuat tempat tisu, keranjang, tudung saji, tempat gelas dan tas masih banyak yang lainnya.

"Sebenarnya, Eceng Gondok salah satu jenis tumbuhan air mengapung, sekilas tanaman enceng gondok tidak berguna, bagi masyarakat sekitar pinggiran sungai. Tetapi setelah diberikan pelatihan, sekarang menjadi penghasilan hari-hari warga desa," tutur Lismawati, Selasa (4/2/2020).

Dijelaskan Lismawati, Eceng Gondok ini menurutnya, tanaman parasit hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak.

Akar tanaman inilah, kata Lismawati, yang bisa diolah menjadi kerajinan anyaman yang menarik dan memiliki nilai jual. Melihat keistimewaan itu, masyarakat Cinta Manis Lama memanfaatkan akar keladi air ini sebagai bahan baku dalam membuat produk anyaman.


Dia menceritakan, sebenarnya kerajianan ini sudah dimulai turun temurun.

“Namun kebanyakan berbahan baku rotan, karena bahan baku rotan sudah mulai habis, masyarakat Cintamanis Lama mulai melirik enjeng gondok dan keladi air sebagai bahan bakunya “ lanjut Lismawati.

“Maka pada tahun 2005 sampai sekarang ini, masyarakat Cinta Manis Lama menggunakan Eceng Gondok dan keladi air sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan," jelasnya.

Desa yang dihuni 2.444 jiwa ini sebagian besar warganya bekerja sebagai pengrajin Eceng Gondok. Saat ini sudah terdapat 3 kelompok pengrajin Desa Cinta Manis Lama. Hasil dari pengolahan kerajinan ini berupa kerajinan topi, parsel, tudung nasi, tas, dan kerajinan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved