Jiwasraya

Gagal Bayar Jiwasraya dan Public Trust

Di penghujung tahun 2019 dan awal 2020 publik dikejutkan dengan pem­be­ri­taan di media tentang skandal Asuransi Jiwasraya, Asabri dan Taspen.

Gagal  Bayar Jiwasraya dan  Public Trust
ist
Dr. Markoni Badri, MBA

Gagal  Bayar Jiwasraya dan  Public Trust

Dr. Markoni Badri, MBA

Dosen Manajemen Bisnis, Politeknik Negeri Sriwijaya dan Magister Manajemen Universitas Sriwijaya

Di penghujung tahun tahun 2019 dan di awal tahun 2020 publik dikejutkan dengan pem­be­ri­taan di media tentang skandal Asuransi Jiwasraya, Asabri dan bahkan Taspen.

Dari ketiga ka­sus asuransi tersebut, Asuransi Jiwasraya dianggap yang paling parah dan menjadi sorotan utama karena ketidakmampuan Jiwasraya membayar nasabah.

 Sesungguh nya persoalan Asuransi Jiwasraya mulai muncul setelah perusahaan asuransi ter­tua di Indonesia tersebut gagal membayarkan klaim nasabah untuk produk tabungan rencana (saving plan) sebesar Rp 802 miliar pada Oktober 2018 lalu.

Namun kemudian kasus ini se­ma­kin mencuat dan banyak mendapat sorotan dari berbagai media ketika pemegang polis un­juk rasa karena Jiwasraya  tak mampu membayar klaim pemegang polis yang jatuh tempo pe­ri­ode Oktober-Desember 2019 sebesar 12,4 Triliun.

Tunggakan tersebut karena Jiwasraya meng­alami  tekanan likuiditas.

Yang mengherankan masyarakat adalah Asuransi ini merupakan Badan Usaha Milik Negara, yang selama ini diyakini aman karena dimiliki Pemerintah.

Ketidak-mampuan bayar ini akan memberi dampak tidak hanya dari sisi ekonomi tapi juga politis.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved