Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit!

Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit!

Tayang:
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
https://www.instagram.com/selvikitty/?hl=id
Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit! 

Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit!

SRIPOKU.COM - Kabar tak menyenangkan datang dari Pedangdut Selvi Kitty.

Baru-baru ini Anak Selvi Kitty mengidap penyakit langka yang membuatnya susah untuk disembuhkan.

Diketahui, putra Selvi yang bernama Abizard Kavin Suseno tersebut menderita penyakit langka bernama Kawasaki.

Dilansir dari Kompas.com, Dokter mengatakan bahwa penyakit yang diderita anaknya, Abizard, merupakan penyakit keturunan.

Selvi Kitty bingung karena merasa dirinya tidak pernah mengalami sakit parah maupun kronis.

Bandingkan Mantan & Istri Reino Barack, Bule Ini Sebut Syahrini Banyak Palsunya, Luna Maya Dipuji!

"Kalau dibaca, ini memang ada keturunan. Cuma enggak tahu, pas aku tanya 'dok, ini kok bisa ada cairan ini gimana?'," kata Selvi

Menurut dokter yang menangani putranya, penyakit kawasaki itu juga ada kaitannya dengan kondisi, yakni perawatan kecantikan.

"Dulu waktu sering infus whitening itu hamil bisa saja obatnya masuk. Baru sekarang efeknya," tutur Selvi.

Oleh karena itu, Selvi mengambil hikmah dan berpesan untuk lebih selektif memilih perawatan kecantikan.

"Itu dia makanya, kalau perawatan pilih-pilih lagi aja," ucap Selvi.

"Yang infus-infus, obat-obatan itu kita kan enggak tahu kandungannya. Kita iya-iya aja," ujar Selvi.

Penyanyi berusia 26 tahun ini tak mau lagi mengikuti proses yang sebenarnya berpengaruh untuk kariernya di dunia hiburan.

"Makanya sekarang aku sudah enggak pernah yang kayak gitu lagi, jadi pelajaran banget," ujar Selvi Kitty.

Dinikahi Letjen TNI Agus Surya Bakti, Ternyata Ini Anak Sambung Bella Saphira, Miliki Paras Cantik!

Lantas apa itu infus whitening?

Dilansir dari Alodokter, Infus whitening adalah salah satu tindakan atau prosedural invasif yaitu dengan memasukkan zat tertentu dimana berupa vitamin C mega dosis dan atau kolagen dengan tujuan unutk mendapatkan kulit yang cerah dan bersih.

Tindakan ini memang dapat dilakukan namun yang perlu diperhatikan adalah dengan melihat efek samping yang mungkin dapat muncul karena masing-masing orang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap tindakan atai prosedural serta respon terhadap zat yang disuntikkan tersebut.

Perlunya dilakukan oleh tenaga medis terlatih untuk melakukan hal tersebut dengan betul-betul memperhatikan indikasi dan efek samping yang akan muncul.

Pada umumnya vitamin C dapat disuntikkan pada orang yang memang memiliki kondisi kekurangan vitamin C dan tidak dapat memperoleh nya dengan melalui oral karena adnaya gangguan pencernaan.

Beberapa efek samping yang dapat muncul dari pemberian suntik ini adalah sebagai berikut:

  • Alergi
  • Shock Anafilaktik. Adanya respon alergi yang berlebihan dapat mengncam nyawa seseorang. Kondisi ini ditandai dengan adanya sesak napas karena adanya pembengkakan pada saluran napas.
  • Insomnia atau gangguan tidur
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Resiko terjadinya batu ginjal
  • Gangguan penyerapan zat tertentu di dalam tubuh termasuk vitamin B12 yang beresiko mengganggu metabolisme secara umum di dalam tubuh.

Untuk mencegah efek samping perlunya betul-betul dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan berkualitas, produk yang asli dan terdaftar BPOM dan dilakukan saat ANda sudah melakukan bebrbagia tes kesehatan.

Selain melalui suntuk putih untuk mendapatkan kulit putih dimana bekas jerawat dan flek hitam memudar maka tidak ada salahnya unukt mencoba bahan-bahan alami yang ada di sekitar Anda seperti penggunaan masker alami dari kedelai, lemon ataupun dari akar manis (licorice).

Dipatuk Ular hingga Tewas, 5 Pedangdut Cantik Ini Ternyata Sudah Meninggal, No 1 Umurnya Masih Muda!

Hancur hati Selvy Kitty kala mengetahui putra kecilnya, mengidap penyakit langka demam Kawasaki.

Lama tak muncul, pedangdut Selvy Kitty kabarkan putranya, Abizard Kavin Suseno yang kini harus menjalani perawatan intensif.

Selvi Kitty mengaku ia tak menyadari gejala yang selama ini dirasakan putranya,  Abizard Kavin Suseno adalah sebuah penyakit langka bernama demam kawasaki yang sulit untuk disembuhkan.

Pedangdut Selvy Kitty baru mengerti jika sang putra Abizard Kavin Suseno mengidap penyakit demam Kawasaki setelah timbul beberapa tanda di sekujur tubuh anaknya.

Penyakit demam Kawasaki yang diderita putra pertama Selvy Kitty ini baru ketahuan setelah di cek darah dan pergi ke dokter.

Saat berhasil ditemui, Selvy Kitty pun menceritakan seperti apa tanda-tanda yang muncul pada tubuh  Abizard Kavin Suseno dari penyakit langka demam kawasaki tersebut.

"Waktu pertama itu tanda-tandanya dia kayak merah-merah. Lidah merah, bibir merah, dan enggak mau makan tapi untungnya ya bukan untung sih, Abizard masih tahap satu," kata Selvi Kitty.

Lebih lanjut Selvy Kitty menuturkan penyakit demam kawasaki itu ada tiga tahapan. Jika sudah sampai tahap dua dan tiga itu penanganannya akan sangat berat.

Selvi Kitty saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020)
Selvi Kitty saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020) ((KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUS))

"Kemarin saja tahap satu Abizard sudah masuk cairan. Kalau telat penangannnya bisa lewat," tutur Selvi Kitty.

Menurut SelviSelvy Kitty, dokter pun belum bisa menemukan pangkal penyebab penyakit yang dialami Abizard.

"Belum tahu dokter juga penyebabnya itu. Cuma bisa disembuhin sementara, tapi bisa muncul lagi," ujar Selvi Kitty.

Maka itu Selvy Kitty sangat menjaga kondisi anak pertamanya yang lahir 18 Februari 2019 lalu.

"Sekarang jangan sampai berdarah, kejedot. Kalau itu terjadi bisa kambuh lagi, makanya sekarang minum kayak obat pengencer darah," tutur Selvi Kitty.

Melansir dari laman hellosehat, penyakit Kawasaki, atau yang juga dikenal dengan istilah mucocutaneous lymph node syndrome, adalah suatu penyakit langka yang menyerang pembuluh darah.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan pada pembuluh arteri, vena, dan kapiler.

Penyakit ini juga memengaruhi kelenjar getah bening dan fungsi jantung.

Selvy Kitty bersama sang buah hati
Selvy Kitty bersama sang buah hati (Instagram/selvy kitty)

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Selain itu, penyakit Kawasaki merupakan salah satu penyebab utama tingginya kasus penyakit jantung pada anak-anak.

Kemunculan penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi, ruam, serta pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Apabila terdeteksi dan ditangani sejak awal, risiko menderita masalah jantung akan menurun dan gejala-gejala yang dialami pun akan semakin membaik.

Namun, hingga saat ini, penyebab kemunculan penyakit ini masih belum diketahui.

Seberapa umumkah penyakit Kawasaki?

 

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang tergolong langka, tapi sangat serius dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Penyakit ini lebih umum ditemukan di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Taiwan.

Angka kejadian tertinggi penyakit ini terdapat di Jepang, dengan frekuensi 10-20 kali lebih tinggi dibanding negara-negara lainnya.

Kasus kemunculan atau diagnosis penyakit Kawasaki terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Umumnya, pasien yang terdiagnosis dengan penyakit ini berusia di bawah 10 tahun.

Sekitar 85-90% kasus penyakit ini terjadi pada anak di bawah 5 tahun, dan 90-95% pada anak berusia di bawah 10 tahun.

Selain itu, penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak berjenis kelamin laki-laki dibanding perempuan.

Angka kematian dan komplikasi penyakit pun lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki dibanding perempuan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit ini dan mengenali faktor-faktor risiko yang ada, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak.

Lega Hati Tedy, Lina Meninggal Ternyata Bukan Karena Racun, Eks Sule Menderita Lantaran Penyakit Ini

Tanda-tanda & gejala

Tanda-tanda dan gejala penyakit Kawasaki umumnya muncul secara bertahap.

Pada beberapa negara di Asia, gejala-gejala lebih sering muncul saat pertengahan musim panas.

Gejala yang paling umum ditemukan adalah demam tinggi berkepanjangan.

Selain itu, akan ada beberapa gejala tambahan seiring dengan berkembangnya penyakit. Umumnya, kemunculan gejala dibagi menjadi tiga fase.

Tanda-tanda dan gejala dari fase pertama dapat meliputi:

Demam yang umumnya lebih tinggi dari 39 derajat Celcius dan berlangsung lebih dari 5 hari\

Mata yang sangat merah (konjungtivitis), tapi tidak ada penumpukan cairan atau kotoran

Ruam pada beberapa bagian tubuh dan pada area kelamin

Ilustrasi
Ilustrasi (onlymyhealth.com)

Bibir merah, kering, pecah-pecah, dan lidah yang sangat merah dan bengkak (strawberry tongue)

Pembengkakan dan kemerahan pada telapak tangan dan kaki

Pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian leher dan bagian tubuh lainnya

Anak menjadi rewel dan mudah marah

Fase kedua biasanya dimulai 2 minggu setelah anak pertama kali mengalami demam. Anak Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala tambahan, seperti:

Pengelupasan pada kulit tangan dan kaki, terutama pada ujung jari tangan dan kaki, kelupasan biasanya berukuran besar

Nyeri sendi

Diare

Muntah

Sakit perut

Pada fase ketiga, tanda-tanda dan gejala akan menghilang secara perlahan kecuali terjadi komplikasi.

Mungkin diperlukan sekitar 8 minggu sebelum kondisi anakkembali normal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Hingga saat ini, para peneliti masih belum dapat mengungkap apa penyebab pasti munculnya penyakit ini.

Namun, satu hal yang para peneliti yakini adalah penyakit ini tidak menular dari kontak fisik.

Selain itu, diyakini bahwa penyakit Kawasaki muncul akibat adanya infeksi.

Faktor sistem imun tubuh dan genetik juga diduga kuat berperan dalam kemunculan penyakit ini.

1. Infeksi

Gejala dan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh penderita penyakit ini serupa dengan tanda-tanda infeksi.

Maka dari itu, ada kemungkinan bahwa terdapat bakteri atau virus tertentu yang memicu munculnya penyakit ini.

Namun, hingga sekarang, belum diketahui secara pasti apa patogen yang menimbulkan penyakit ini.

Beberapa patogen yang telah diteliti dan diduga berperan dalam munculnya gejala-gejala adalah parvovirus B19, rotavirus, virus Epstein-Barr, dan virus parainfluenza tipe 3.

2. Faktor genetik

Selain karena kemungkinan infeksi virus atau bakteri, para ahli menduga bahwa memang terdapat beberapa anak yang memiliki kecenderungan kelainan genetik, sehingga anak-anak tersebut lebih mudah terserang penyakit ini.

Ini artinya, kondisi tersebut bisa jadi diturunkan dari orang tua sanganak.

Hal ini didukung pula dengan fakta bahwa penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak keturunan Asia Timur, khususnya Jepang dan Korea.

Tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit kawasaki disebabkan oleh masalah genetik.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved