Jadwal Buang Sampah di Palembang Dibatasi Sampai Pukul 6 Pagi, Jika Melanggar Ini Sanksinya

Aturan tersebut bakal tertuang di dalam Peraturan Walikota (Perwali) No. 52 terkait jam pembuangan sampah. Dimana terakhir kali warga bisa membuang

Jadwal Buang Sampah di Palembang Dibatasi Sampai Pukul 6 Pagi, Jika Melanggar Ini Sanksinya
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Tumpukan sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan, Senin (3/3). 

Jadwal Buang Sampah di Palembang Dibatasi Sampai Pukul 6 Pagi, Jika Melanggar Ini Sanksinya

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang, bakal menentukan jadwal pembuangan sampah.

Aturan tersebut bakal tertuang di dalam Peraturan Walikota (Perwali) No. 52 terkait jam pembuangan sampah. Dimana terakhir kali warga bisa membuang sampah pada pukul 6 pagi.

Walikota Palembang, Harnojoyo menjelaskan, rencana aturan waktu pembuangan sampah, untuk menyelesaikan persoalan sampah di Palembang.

Upaya dilakukan untuk menuntaskan persoalan tersebut, pihaknya saat ini sedang menggodok Peraturan Walikota (Perwali) No. 52 terkait jam pembuangan sampah.

Dimana, akan diatur jam pembuangan sampah dan pengangkutan yang akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang.

"Melalui Perwali ini akan ada aturan terkait jam pembuangan sampah ini, jangan sampai kedepan masyarakat sebebasnya membuang sampah. Kita akan batasi jam 6 pagi.

Selebihnya, tidak boleh ada kegiatan membuang sampah begitupun untuk proses pengangkutan sampah di TPA," ujarnya, Senin (27/1/2020) seusai MoU antara Satpol PP Kota Palembang dan pengadilan Palembang terkait penegakkan hukum Perda di Rumah Dinas Walikota Palembang Jalan Tasik Kambang Iwak Palembang.

Nantinya setelah perwali ini selesai, dirinya berharap pembuangan sampah bisa dilakukan pengawasan secara optimal oleh Satpol PP Kota Palembang.

"Adanya aturan ini kami berharapnya bisa meningkatkan kesadaran masayarakat, untuk turut bersama menangani persoalan sampah," jelasnya.

Apalagi, kata Harnojoyo, Satpol PP dan Pengadilan Negeri Palembang telah menjalin kerjasama penanganan masalah hukum, dalam rangka optimalisasi penegakkan Peraturan Daerah (Perda).

Sehingga dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah yang terjadi akibat tidak adanya tindakan tegas dalam penerapan aturan di kota ini.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya mengatakan,
Kedepan setiap pelanggaran maka akan disidangkan oleh pengadilan. Bahkan, pelanggaran dapat disidang ditempat.

"Jadi sidang tindakan pidana ringan (tipiring) seperti yang belum lama ini kita lakukan," ujarnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved