Breaking News:

Berita OKU Selatan

Dalam Waktu Sepekan, Terjadi Tiga Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor di OKU Selatan

Di musim penghujan ini, selama sepekan terkahir terdapat 3 kali lokasi tanah longsor dan pohon tumbang, terjadi di wilayah OKU Selatan.

Dalam Waktu Sepekan, Terjadi Tiga  Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor di OKU Selatan
SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
Bencana tanah longsor di tiga lokasi dalam sepeka terkahir, Minggu (26/1/2020).

Sepekan 3 Lokasi Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Di musim penghujan ini, selama sepekan terkahir terdapat 3 kali lokasi tanah longsor dan pohon tumbang, terjadi di wilayah OKU Selatan, Minggu (26/1/2020).

Pertama di Desa Perekan Kecamatan Mekakau Ilir yang terjadi di dua titik, hingga selama 24 jam akses jalan mengalami lumpuh, sehari setelahnya terjadi di Desa Sukarame Kecamatan Buay Sandang Aji dan Desa Jagaraga Kecamatan Buana Pemaca.

Tidak terdapat korban jiwa maupun rumah warga yang tertimpa longsor maupun pohon tumbang kendati demikian akses kendaraan sempat terhambat hingga mengalami lumpuh total.

DPO Pencurian Buah Sawit di Lempuing OKI Diterjang Timah Panas Tim Macan Polsek Lempuing

Cuci Kaki di Sungai Pelajar SMPN 18 Palembang Tenggelam, 4 Jam Kemudian Ketemu

14 Karyawan Kontrak PT Lonsum Diputuskan Kontrak Tanpa Pesangon, Begini Penjelasan Perusahaan

"Terakhir terjadi pohon tumbang di Desa Jagaraga Kecamatan Buana Pemaca akibat guyuran hujan lebat,"ujar Kepala BPBD OKU Selatan H Dony Agusta SKM, MM, Minggu (21/1)

Lebih lanjut Dony membenarkan, tidak terdapat korban jiwa ataupun pemukiman warga yang tertimpa pohon tumbang ataupun tanah longsor kendati demikian dikatakannya akses sempat terputus.

"Tidak terdapat korban jiwa, akan tetapi dampaknya membuat kendaraan roda dua dan mobil tidak dapat melewati jalur tersebut beberapa waktu,"terang Dony.

Beberapa waktu lalu, tepatnya Jumat (24/1) akses jalan ke Desa Perekan menuju keliar Desa terputus hingga satu kali 24 jam, bahkan pihak BPBD dibantu TNI-Polri menurunkan alat berat untuk menyingkirkan material dengan panjang 20- 30 meter dengan sebuah alat berat hingga mebutuhkan waktu lebih dari 7 jam.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved