Berita Palembang

20 Tahun Rusak, Jalan Jaya VII Kelurahan 16 Ulu Palembang Kembali Mulus, Ini Komentar Ketua Masjid

Warga kawasan Jalan Jaya VII Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang tak lagi khawatir akan akses jalan mereka.

20 Tahun Rusak, Jalan Jaya VII Kelurahan 16 Ulu Palembang Kembali Mulus, Ini Komentar Ketua Masjid
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Ketua Masjid Syuhada saat memeriksa kondisi jalan Jaya VII yang sudah dicor semen, Jumat (24/1/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Warga kawasan Jalan Jaya VII Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang tak lagi khawatir akan akses jalan mereka.

Sebab, jalan yang sudah puluhan tahun lalu rusak dan berlubang saat ini sudah menjadi mulus kembali.

Warga setempat sekaligus Ketua Masjid Syuhada Drs. Zulkifli Surya Negara mengatakan, kembali mulusnya jalan tersebut tak lepas dari peran dan perhatian Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

"Kami masyarakat sangat bersyukur adanya pemimpin seperti pak Herman Deru yang peduli dengan kami. Pak Herman Deru tidak segan turun langsung untuk mendengarkan aspirasi masyarakat," kata Ketua Masjid Syuhada, Drs. Zulkifli Surya Negara.

Dimana, lanjut Zulkifli, Jalan Jaya VII terutama di depan masjid Syuhada yang sudah 20 tahun mengalami kerusakan parah sudah diperbaiki.

"20 tahun jalan kami ini rusak parah dan tidak ada perbaikan. Tapi setelah pak Herman Deru memimpin, jalan ini langsung diperbaiki dan kami merasakannya. Ini bantuan gubernur," tegasnya.

Safari Jumat, Herman Deru Minta Pengurus Masjid Jaga Keamanan dan Kenyamanan Beribadah

Pembangunan Jalan Trans Pulau Rimau Banyuasin Dimulai, Bupati Askolani Penuhi Janjinya

Butuh Uang Anisa Gadaikan Motornya, Ketika akan Ditebus Motor Tersebut sudah Dijual

Diketahui, HD sendiri sempat meninjau jalan dan sistem drainase di kawasan tersebut sebelum melakukan safari jum'atnya di Masjid Syuhada.

Peninjauan tersebut dilakukan HD lantaran dirinya merasa heran karena tidak melihat adanya selokan di sepanjang jalan menuju masjid yang menjadi tempat safari jum'atnya.

"Kawasan ini menggunakan sistem selokan tertutup dan ini ide masyarakat ini bagus. Saya apresiasi langkah ini," kata HD.

Hanya saja, HD meminta agar warga terus mengawasi selokan tersebut agar tidak menjadi mampet.

"Kawasan ini adalah kawasan rendah. Kita harus memperhatikan selokannya agar tidak ada sampah yang menyumbat sehingga tidak menimbulkan banjir," terangnya.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat terus menggalakkan gotong royong.

"Kebersihan lingkungan itu tugas bersama. Awasi lingkungan kita. Jika nanti ada yang butuh perbaikan segera informasikan ke pihak terkait," ajaknya. (ril humas)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved