12 Pejabat Kades di Wilayah Banyuasin Dilantik

"Selama ini, warga sering komplain terkait data. Maka itu, pemerintah berharap data desa yang mengetahui penduduknya bisa memberikan data

12 Pejabat Kades di Wilayah Banyuasin Dilantik
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Camat Banyuasin III Drs Yuni Khairani MSi didampingi Kadis Kesbangpol Banyuasin Ir Alpian 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN-Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Kamis (23/1/2020) berharap, dengan dilantik Pjs Kades dan juga pengukuhan RT RW agar bisa mendukung program Banyuasin Bangkit, adil, dan sejahtera.

"Saya yakin RT RW ini lebih bersemangat dan terlintas dibenak saya untuk menambahkan gaji RT RW demi Banyuasin sejahtera," ucap Askolani yang disambut geemuru tepuk tangan para RT RW dan Pjs kades yang dilantik.

Yang mengambil sumpah penjabat tadi, ada 12 Kades dalam wilayah Kecamatan Banyuasin III. Dan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua RW dan Ketua RT dari lima Kelurahan yakni, Pangkalan Balai, Kedondong Raye, Mulya Agung, Kayuara Kuning dan Seterio.

Ke 12 penjabat yang dilantik, Kades Langkan, Galang tinggi, Regan Agung
Plajau Ilir, Rimba Alai, Ujung Tanjung, Pelajau, Suka Mulya, Tanjung Menang, Petaling, Tanjung Beringin dan Sidang Emas.

Ketua Rumah Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di lingkungan desa kelurahan wilayah kecamatan se- Kabupaten Banyuasin, diminta mendata ulang nama Kepala Keluarga (KK). Lantaran masih banyak penduduk yang belum terdata.

Untuk diketahui dikumpulkan RT dan RW di Kecamatan Banyuasin III tersebut, karena baru terpilih dan dilantik oleh Camat Banyuasin III, Drs Yuni Khairani MSi disaksikan oleh Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, dan Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani serta para anggota DPRD Banyuasin.

Sementara itu, Camat Banyuasin III Drs Yuni Khairani MSi mengatakan, pengukuhan RT, RW dan pengambilan sumpah jabatan oleh Pjs Kades guna kepentingan masyarakat. "Saya harapkan dengan dikukuhkannya RT RW agar bisa mendata ulang warganya semaksimal mungkin," kata Yuni pada wartawan.

Selain pendataan nama penduduk yang dilakukan RT dan RW melalui kepala desa (Kades) dan kelurahan, barulah data itu akan disinkronkan dengan data kependudukan catatan sipil Banyuasin.

"Selama ini, warga sering komplain terkait data. Maka itu, pemerintah berharap data desa yang mengetahui penduduknya bisa memberikan data sebenar mungkin," tutur Camat bukan berarti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuasin tidak failed, gagal.

Namun kerap kali warga mengeluhkan, banyak penduduk yang belum terdata dari BPS. Maka dari itu, dengan kerjasama antara RT RW, desa kelurahan dan kecamatan bisa mengsinkronkan data ke Catatan Kependudukan Sipil.

Lebih lagi, Yuni menyampaikan program kecamatan yang sangat bersentuhan dengan masyarakat yakni, program begemat (berkumpul), sasaran kepada keluarga tak mampu yang mendapat musibah kematian.

Dijelaskan Yuni, bahasa daerahnya begemat, bekumpul, merupakan program bantuan kepada keluarga tidak mampu yang mendapat musibah kematian, berupa 10 dus air mineral, beras 20 kg, dan uang duka. Selain itu, keluarga ahli musibah mendapat pelayanan administrasi kependudukan berupa akte kematian dan perubahan Kartu Keluarga (KK) secara gratis.

Kemudian jelas Yuni dihadapan Askolani, Program bantuan beranak untuk emak dan anak. Berenak merupakan bantuan yang diberikan untuk ibu hamil berupa makanan tambahan sampai dengan melahirkan bagi keluarga tidak mampu, ketika si ibu melahirkan, akan mendapat pelayanana minitrasi kependudukan berupa perubahan Kartu Keluarga, Akte kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) juga gratis.

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved