Inilah 6 Tanda Tubuh Anda Terlalu Banyak Minum Kopi: Termasuk Kecemasan, Insomnia

Di samping efek-efek positifnya, kopi juga memiliki efek negatif, terutama jika dikonsumsi terlalu banyak.

SRIPOKU.COM/HERWIS
Ilustrasi - Banyak orang meminum kopi sebagai bagian dari rutinitas. Seseorang yang menyukai kopi bahkan bisa minum lebih dari tiga cangkir setiap harinya. 

SRIPOKU.COM - Banyak orang meminum kopi sebagai bagian dari rutinitas. Seseorang yang menyukai kopi bahkan bisa minum lebih dari tiga cangkir setiap harinya.

Sebetulnya meminum kopi mampu memberikan berbagai manfaat untuk tubuh.

Namun, di samping efek-efek positifnya, kopi juga memiliki efek negatif, terutama jika dikonsumsi terlalu banyak.

Ini 7 Manfaat tak Terduga Minum Kopi Campur Minyak Kelapa, Salah Satunya Tingkatkan Metabolisme!

Pria Mabuk Ini Tikam Lawannya di Rusun 24 Ilir Secara Bertubi-tubi, Pembuluh Darah Si Korban Koyak

Ramalan Bintang Kesehatan Kamis 23 Januari 2020: Aries Kekebalan Berkurang, Virgo Lelah Kerja

Inilah 4 Shio Diprediksi Paling Sial di Tahun Tikus Logam: Shio Tikus, Macan, Kelinci dan Ayam

Laman Bright Side mencatat, setidaknya ada enam tanda yang mungkin muncul jika kamu mengonsumsi terlalu banyak kopi:

1. Masalah perut
Kopi memiliki efek sebagai pencuci perut. Kopi melepas hormon yang membuat aktivitas di usus besar kita akan terpacu. Minum terlalu banyak kopi bisa menyebabkan buang air besar dan bahkan diare.

Ilustrasi sakit perut
Ilustrasi sakit perut (SRIPOKU.COM/HERWIS)

Selain itu, kopi juga memacu gastro-esophageal reflux. Jika kamu memiliki masalah dengan perut, lebih baik kurangi konsumsi kopimu hingga jumlah yang moderat.

2. Lelah di hari berikutnya
Kopi merangsang sistem saraf karena kandungan kafein di dalamnya dan kopi juga meningkatkan kinerja fisik hingga 11-12 persen.

Kelelahan1
Kelelahan1 (sripoku.com/herwis)

Namun, ada sisi buruk dari kopi. Adenosine, unsur kimia yang ditemukan dalam kopi, akan meningkat namun kemudian menurun.

Beberapa penelitian menemukan bahwa setelah minum kopi terlalu banyak, seseorang mungkin akan merasa lelah dan tertidur.

Kelelahan datang segera setelah efek "melek". Tetapi jika kita terus beraktivitas sepanjang hari, kita mungkin dapat menghindari efek ini.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved