Inilah 5 Cara untuk Kendalikan Mabuk Perjalanan: seperti Melihat Pemandangan Alam

Mabuk perjalanan seringkali menyusahkan. Rasa tidak nyaman saat menempuh perjalanan darat, laut dan udara kerap membuat kita enggan bepergian.

SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi - Mabuk perjalanan seringkali menyusahkan. Rasa tidak nyaman saat menempuh perjalanan darat, laut dan udara kerap membuat kita enggan bepergian. 

SRIPOKU.COM - Berlibur dan melakukan perjalanan darat bisa menjadi momen yang menyenangkan bagi kita dan keluarga. Sayangnya, bisa jadi tak nyaman bila kita atau keluarga kita ada yang mengalami mabuk.

Mabuk perjalanan seringkali menyusahkan. Rasa tidak nyaman saat menempuh perjalanan darat, laut dan udara kerap membuat kita enggan bepergian.

Bahkan tak jarang kita jadi ketakutan karena memikirkan kemungkinan mabuk perjalanan sebelum melakukan perjalanan itu sendiri.

7 Cara Mencegah Mabuk Perjalanan ini Bisa Kamu Coba Agar Liburan Anda Tak Terganggu

Anda Suka Mual dan Mabuk Perjalanan? Jangan Khawatir, Tangkal Dengan Minum Ramuan ini

Ramalan Bintang Rabu 22 Januari 2020: Cancer Berprasangka, Taurus Beruntung, Libra Dilanda Kesibukan

Berikut adalah lima cara yang bisa kamu lakukan untuk mengendalikan mabuk perjalanan.

1. Hindari pemicu
Jangan bepergian dengan pesawat kecil, yang cenderung lebih buruk daripada jet yang lebih besar. Jika kamu berada di atas kapal, dudklah di bagian tengah, di mana goyangan lebih sedikit terasa.

Bila bepergian dengan mobil, menjadi pengemudi akan membantu mengurangi mabuk perjalanan. Tempat terburuk adalah duduk di kursi belakang, karena lebih sulit untuk melihat keluar jendela.

“Sayangnya, ini adalah tempat anak-anak biasanya duduk, dan orang-orang paling rentan terhadap penyakit mabuk perjalanan dari usia delapan hingga sekitar 12,” kata John Golding, seorang profesor psikologi terapan di University of Westminster.

Orang dewasa yang menderita migrain juga lebih rentan mengalami mabuk perjalanan.

2. Tetaplah melihat jauh atau ke arah langit
Penjelasan terbaik untuk mabuk perjalanan adalah teori konflik sensorik, yang menempatkannya pada ketidaksesuaian antara apa yang dilihat mata dan informasi tentang gerakan yang terdeteksi oleh telinga bagian dalammu.

"Jika kamu bisa mendapatkan pandangan jauh ke luar atau melihat langit, itu sangat membantu," kata Golding.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved