Anak Garuda Bikin Ajil Ditto Fasih Berbahasa Jawa, Pria Medan: Kadang Terbawa Hingga ke Rumah

Memerankan tokoh Robert dalam film Anak Garuda, Ajil Ditto, mengakui sering terbawa logat Jawa Tengah saat berkomunikasi di rumah.

sripoku.com/jati
Ajil Ditto 

Laporan wartawan sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memerankan tokoh Robert dalam film Anak Garuda, Ajil Ditto, mengakui sering terbawa logat Jawa Tengah saat berkomunikasi di rumah, bahkan saat telah selesai syuting.

Aktor muda yang tengah digandrungi remaja tanah air ini pun juga sering harus berbicara cepat alias ngegas padahal sedang tak di lokasi syuting.

"Kebawa banget sampai di luar sett (rumah). Apalagi, Robert ini, kan, karakternya memang suka ngegas. Aku jadi agak enggak santai," ujarnya ditemui saat Nonton Bareng Film Anak Garuda di XXI Palembang Square (PS) Mall, Senin (20/1/2020).

Fakta Aksi Pelecehan Seksual di Bekasi, Pelaku Simpan Banyak Film Porno di Ponsel dan Sering Beraksi

Meski lahir di Medan, Ajil mengatakan tak mengalami kesulitan saat harus berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa sewaktu menjalani syuting film yang resmi tayang sejak awal Januari.

"Sudah akrab banget sama bahasa dan dialek Jawa, di Jakarta juga banyak orang Jawa. Mungkin yang agak sedikit unik karena harus pakai dialek Jawa Timur yang memang beda sama Jawa Tengah" kata pria bernama lengkap Muhammad Fazzill Ditto.

Robert merupakan alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berhasil sukses setelah berjuang melewati berbagai macam rintangan kehidupan.

Robert juga putra dari penjual cilok asal Jawa Timur yang bermasalah. Dia sudah akrab dengan alkohol dan narkoba di usianya yang relatif belia.

5 Rekomendasi Film Anime Paling Ditunggu Tayang Tahun 2020 Mulai Genre Detektif hingga versi Manga!

Perwakilan Enterprise HDI, Faisal Sobirin menjelaskan Anak Garuda merupakan film yang dibuat untuk berikan inspirasi bagi anak-anak di Indonesia untuk bisa bangkit dari segala keterbasan.

Film garapan sutradara Faozan Rizal ini berangkat dari kisah nyata tujuh alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang didirikan oleh Julianto Eka Putra atau akrab disapa Koh Jul (Kiki Narendra).

Sekolah SPI adalah sekolah gratis untuk kaum miskin yang terdapat di Batu, Malang, Jawa Timur.

Ada ketujuh murid yang kisahnya diangkat dalam film tersebut bernama Sayyida (Tissa Biani), Sheren (Rania Putrisari), Olfa (Clairine Clay), Wayan (Geraldy Kreckhoff), Dila (Rebecca Klopper), Yohana (Violla Georgie), dan Robet (Ajil Ditto) serta saling memiliki latar belakang berbeda.

"Jadi, pesan dari film ini adalah anak-anak Indonesia bisa lebih bersyukur dengan keadaannya yang mungkin lebih baik dari anak-anak SPI. Selain juga, kita tidak bisa memilih terlahir dari keluarga mana namun bisa memilih masa depan seperti apa." jelas Faisal.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved