Sabu 1 Kilogram Senilai Rp 1 Miliar Asal Aceh, Berakhir di OKU Timur, Pelaku Sempat Menangis

Barang haram tersebut, dikirim dari Aceh melalui jalur darat, melintasi Riau, Jambi, Lubuklinggau, Baturaja dan terakhir masuk ke Martapura OKU Timur

Sabu 1 Kilogram Senilai Rp 1 Miliar Asal Aceh, Berakhir di OKU Timur, Pelaku Sempat Menangis
SRIPOKU.COM / Redo Saputra
Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya, S.I.K, S.H saat rilis sabu 1 kilogram, pada senin (20/1/2020) 

Sabu 1 Kilogram Senilai Rp 1 Miliar Asal Aceh, Berakhir di OKU Timur, Pelaku Sempat Menangis

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Satu kilogram sabu dari Aceh Timur, berhasil diamankan di OKU Timur Sumsel.

Barang haram tersebut, dikirim dari Aceh melalui jalur darat, melintasi Riau, Jambi, Lubuklinggau, Baturaja dan terakhir masuk ke Martapura OKU Timur.

Namun saat pelaku menginap di salah satu hotel di Martapura, berhasil diamankan oleh
Reskrim Polres OKU Timur.

Dari lokasi ini, berhasil diamankan tiga tersangka yakni, Sairah dan Julita sebagai kurir yang merupakan warga Aceh Timur, dan Jumrowi yang merupakan warga OKU Timur sebagai pembeli.

Dari ketiga tersangka, berhasil diamankan barang bukti berupa tiga handpone, satu tas warna hitam, dan uang tunai sebanyak Rp. 7.000.000,- (Tujuh juta rupiah).

Serta sabu seberat 1 kilogram senilai Rp 1.000.000.000 (satu Miliar)

Kapolres Oku Timur, AKBP Erlin Tangjaya, S.I.K, S.H, menyebutkan, barang bukti Sabu dibungkus tersangka dengan plastik pembungkus teh berwarna hijau.

Narkotika jenis sabu tersebut dibawa oleh sairah dan julita dengan imbalan yang dijanjikan sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah).

"Narkotika tersebut dikirim dari Aceh melalui jalur darat dari Aceh Timur, Riau, Jambi, Linggau, Baturaja dan masuk wilayah Martapura dengan menggunakan angkutan umum bus ALS," Sebut AKBP erlin.

Giat release ini dilaksanakan sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti dengan mencampurkan sabu dan cairan pencuci piring.

Sementara itu ketiga tersangka yang juga dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti ini terlihat hanya tertunduk lesu dan menangis.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku ini dijerat pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) undang- undang nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Dengan ancaman penjara paling singkat 15 tahun dan paling lama penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Kapolres berharap, dengan penangkapan beberapa kasus narkotika di Oku Timur, kedepannya dapat membuat Kabupaten ini semakin aman dan kondusif dari peredaran narkotika.

Penulis: Redo Saputra
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved