Breaking News:

Buya Menjawab

Menghajikan Orangtua yang Telah Meninggal

Apakah ada dalilnya kebolehan/kewajiban menghajikan orangtua yang telah meninggal dunia? Mohon penjelasannya Buya.

egyptianstreets.com
Ilustrasi - Masjidil Haram di Mekkah 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum. Wr.Wb
BUYA, apakah ada dalilnya kebolehan/kewajiban menghajikan orangtua yang telah meninggal dunia? Mohon penjelasannya Buya. Terimakasih.

08127105xxxx

Badal Haji untuk Orangtua

Badal Haji

Jawab:
Wa'alaikumussalam. Wr.Wb
Menghajikan orang lain (Badal Haji) dibolehkan berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. yang menjawab pertanyaan wanita Khots’am dengan syarat yang menghajikan harus sudah haji untuk dirinya; ” Datang seorang wanita (Wanita Khots’am) kepada Nabi Muhammad Saw. berkata: ”Ya Rasulullah sesungguhnya Allah menetapkan atas hambaNya tentang kewajiban haji. Ayahku sudah sangat tua tidak sanggup lagi duduk di atas kendaraan, apakah boleh saya berhaji atas namanya? Nabi menjawab: “Apakah jika ayahmu ada hutang engkau (wajib) membayarnya? “Jawab wanita itu ”iya” Maka Rasulullah berkata: Maka hutang kepada Allah wajib engkau bayar”. (HR. Ahmad, Nasai, dari Abdullah bin Zuber)

Dalam kitab Fiqhul Ibadah Syech Hasan Ayub halaman 25-26 dinyatakan: menunaikan haji (badal haji) orangtuanya yang sudah tua renta tidak sanggup menaiki kendaraan dan yang sudah mati, para ulama berbeda pendapat;

1. Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I dan Ahmad menyatakan bahwa jika orang yang akan dihajikan termasuk istitho’ah sebelum sakit/mati, maka harus dibadalkan.

2. Menurut Imam Malik, tidak wajib dihajikan (dibadalkan).

Mari kita pahami hukum Islam dengan metodologi kajian standar yang telah disepakati para Ulama adalah berlandaskan al-Qur'an, al-hadits, ijma' dan qiyas, sedangkan yang dipakai oleh Ulama masing-masing seperti istihsan, masolih al-mursalah, tetap saja diantara mereka para Ulama saling menghargai dan penuh toleransi.

Begitu pula hendaknya diantara kita yang sedang dalam proses belajar untuk memperdalam ilmu-ilmu agama ini, mengikuti alur pemikiran ulama mujtahidin. Hasil ijtihad ulama mujtahid tersebut tidak dapat dibatalkan oleh hasil ijtihad ulama yang lain. (*)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved