Berita Palembang

Harga Elpiji Melon atau LPG 3 Kg Naik, Dinilai Bisa Matikan Bisnis UMKM

Penyaluran Subsidi Elpiji Melon atau LPG 3 Kg Secara Tertutup, Dinilai Bisa Matikan Bisnis UMKM

Harga Elpiji Melon atau LPG 3 Kg Naik, Dinilai Bisa Matikan Bisnis UMKM
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Antrean warga yang hendak menukar tabung gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan di Palembang. (Foto Dokumen) 

Harga Elpiji Melon atau LPG 3 Kg Naik, Dinilai Bisa Matikan Bisnis UMKM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rencana pemerintah bakal menyalurkan subsidi elpiji melon atau LPG 3 kg secara tertutup mulai semester II tahun ini dinilai bakal mematikan bisnis UMKM.

Pelaku UMKM selama ini bebas membeli LPG 3kg dengan harga subsidi sehingga bisa menekan biaya produksi yang juga berimbas pada harga jual produk yang mereka hasilkan.

"Jika biaya operasional mereka saja naik pastinya harga jual akan naik, tapi kenyataanya tidak semudah itu karena jika menaikkan harga produksi mereka tersendat alias tidak laku karena masyarakat berpikir ulang membelinya karena mahal," ujar Drs Andhy BR, Ketua Bidang Diklat dan Pengembangan Usaha UKM dan IKM Nusantara Sumsel, Jumat (17/1/2020).

Andhy berharap rencana menyalurkan LPG tertutup jangan diterapkan tahun ini tapi paling tidak menunggu hingga ekonomi Indonesia stabil dulu. Kalau diterpakan pastinya menyulitkan UKM.

RESEP dan Cara Pembuatan Pempek Asli Khas Palembang, Dilengkapi Resep Cuko, Dijamin Anti Gagal!

Ada Temuan Tiga Hektar Ladang Ganja di Pagaralam, Polda Sumsel Langsung Lakukan Pengembangan

Lokasi Ladang Ganja Tiga Hektar di Pagaralam Diduga Ada di Kawasan Hutan Lindung

Gubernur Sumsel Herman Deru akan Pangkas Perda di Kabupaten dan Kota yang Hambat Percepatan Ekonomi

Jika rencana pemerintah menyalurkan LPG tertutup atau tetap memberikan subsidi LPG pada masyarakat miskin atau yang berhak menerima subsidi dengan estimasi tiga tabung per orang juga tetap tidak cukup.

Jika UKM itu sudah agak besar atau produksinya banyak tiga tabung dalam sebulan masih kurang. Padahal selama ini mereka bisa bebas membeli berapa tabung pun karena tidak dibatasi.

Andhy berharap pemerintah bisa mendengar keluhan atau masukan dari pelaku usaha karena jika tidak didengarkan dampaknya panjang. Pelaku UKM banyak tutup, terjadi penganguran dan dampak sosial lainnya.

"Solusinya tetap jangan dinaikkan harga gas subsidi karena mereka selama ini menggunakan gas subsidi untuk produksi karena bisa menekan biaya produksi," harapnya.(Tatik/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved