Guru SD Gauli Siswinya di Ruang Kelas, Dua Tahun Aksinya Baru Terbongkar

Kasus ini akhirnya terbongkar juga, berawal seorang guru lainnya, curiga pada sikap Z yang pendiam tidak seperti biasanya.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
guru cabuli siswinya 

Guru SD Gauli Siswinya di Ruang Kelas, Dua Tahun Aksinya Baru Terbongkar

SRIPOKU.COM, PROBOLINGGO -- Kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap siswinya terbongkar.

Aksi sang guru sudah dua tahun berlangsung, sejak siswinya duduk di kelas IV hingga kelas VI.

Kasus ini akhirnya terbongkar juga, berawal seorang guru lainnya, curiga pada sikap Z yang pendiam tidak seperti biasanya.

"Jadi, ada guru yang curiga dengan perubahan sikap Z karena sering terlihat murung dan menyendiri. Setelah diajak bicara secara intens, Z menceritakan apa yang dialaminya. Guru itu kemudian menceritakan kepada orangtua korban," ujar Kepala Unit PPA Polres Probolinggo Bripka Reni Antasari, seperti dikutip dari Tribun Jatim, Jumat (17/1/2020).

Seorang guru SD negeri di Kabupaten Probolinggo menggunakan ruang kelas untuk menyalurkan syahwat kepada siswanya.

Bahkan si guru ini, AY (35) sudah melakukan persetubuhan dengan siswanya, Z (13) sampai empat kali dalam dua tahun.

Akhirnya, AY mendapat ganjaran atas perbuatannya setelah keluarga korban melapor polisi, penyidik Polres Probolinggo pun menetapkan dia sebagai tersangka pada Kamis (16/1/2019).

Setelah itu, orang tua korban langsung melapor ke polisi.

Polisi Menduga Korban Bukan Cuma Z

Menurut Reni, korban selalu menurut dan patuh atas perintah AY dan si guru memanfaatkan itu.

"AY sudah beristri dan punya satu anak. Dia menjadi guru sukwan di sekolahnya sudah 15 tahun. Keluarganya menyebut AY suka berpacaran dengan muridnya di SD," ujar dia.

Reni menduga, korban dari AY tidak hanya satu orang. Berdasarkan informasi yang dia terima, ada korban lain dari perbuatan AY, tapi sengaja ditutup-tutupi pihak sekolah.

Sehingga, sejauh ini hanya orangtua Z yang berani melapor ke polisi. Atas perbuatannya, AY dijerat Pasal 76 UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

"Karena dia pendidik, hukumannya ditambah sepertiga. Kemungkinan dia akan dipenjara 12 tahun," kata Reni.

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, AY mengaku menyetubuhi Z sejak korban duduk di bangku kelas IV hingga kelas VI atau selama dua tahun.

"Saya melakukannya empat kali di ruang kelas saat jam istirahat, saat Z kelas IV hingga duduk di kelas VI SD. Tidak saya iming-imingi, saya rayu mau saja," kata AY, sambil tertunduk, Kamis.

Perbuatan pertama dilakukan pada dua tahun lalu, hingga yang terakhir pada 7 Januari 2020.

Setelah itu AY diam dan tak mau menjawab lagi pertanyaan wartawan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved