Breaking News:

Buya Menjawab

Cara Istiqomah dalam Beribadah

Apa ada caranya supaya kita istiqomah dalam beribadah terhadap Allah SWT. Karena kadang-kadang ada rasa malas.

https://www.google.co.id/
Ilustrsasi - Untuk memiliki sikap istiqomah seseorang dianjurkan untuk secara berkesinambungan melakukan sholat sunnat malam (Tahajjud) membaca dua ratus ayat sebagaimana petunjuk rasulullah SAW. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, apa ada caranya supaya kita istiqomah dalam beribadah terhadap Allah SWT. Karena kadang-kadang ada rasa malas. Tolong bimbingannya Buya. Terima kasih.
08538222XXXX

Sikap Istiqomah Seorang Muslim

Apa yang Dimaksud dengan Tumakninah

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Jadikan ibadah terhadap Allah SWT. merupakan kebutuhan bukan beban. Sholat sebagai ibadah yang berfungsi “TANHAA ‘ANIL FAKHSYAAI WAL MUNKAR” artinya untuk mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Perbuatan yang merugikan bukan saja terhadap diri sendiri tetapi juga merugikan masyarakat dan bahkan Negara. Ibadah sholat, puasa, zakat dan haji semuanya bertujuan untuk membentuk akhlak yang mulia supaya seseorang banyak manfaatnya buat orang lain. Manusia yang berpikiran positif, khusnuzzon, produktif.

Manusia memiliki qolbun Nuroniun (hati Nurani) dan qolbun zulmaniyun (nafsu). Qolbun Nuroniyun akan memimpin dan mengendalikan qolbun zulmaniyun apabila dia kuat. Supaya kuat dia harus memperbanyak ibadah karena ibadah fardhu sebagai gizi pokok sedangkan ibadah sunnat sebagai nutrisi.

Untuk memiliki sikap istiqomah seseorang dianjurkan untuk secara berkesinambungan melakukan sholat sunnat malam (Tahajjud) membaca dua ratus ayat sebagaimana petunjuk rasulullah SAW. dalam sabdanya; "Barang siapa sholat pada malam hari dengan seratus ayat dari Al Quran, dia tidak dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Dan barang siapa yang melakukan sholat pada malam hari dengan duaratus ayat dari Al Quran, dia akan dicatat sebagai orang-orang yang taat dan ikhlas hati (istiqomah)." (H.R.al-Hakim)

Setelah matahari naik sepenggalah, laksanakan sholat Dhuha; berdasarkan Hadis dalam Shahih Muslim;

"Tiap pagi, setiap ruas tulang persendian kalian membutuhkan sedekah. Dan itu bisa dipenuhi dengan dua raka'at shalat Dhuha." (HR.Muslim)

Sholat Dhuha dilaksanakan setidaknya dua raka'at, empat atau enam raka'at dan afdlal sebagaimana yang lazim dilakukan Rasulullah saw. sebanyak delapan raka'at, empat kali salam. Dalam Hadist yang diriwayatkan Ummu Hani' binti Abi Thalib ra. sebanyaknya dua belas raka'at menurut khabar dari Abu Daud;

"Jika engkau shalat dua raka'at Dhuha ditulis dalam kelompok orang-orang yang tidak ghoofilin (lalai), jika empat raka'at, dia termasuk dalam kelompok orang-orang mukhsinin (baik), jika enam raka'at dicatat dalam kelompok Al Qoonitin (istiqomah), jika delapan raka'at ditulis dalam kelompok Al Faaizin (mendapat kemenangan), jika sepuluh raka'at maka dosa-dosanya tidak ditulis pada hari tersebut, jika dua belas raka'at Allah bangunkan baginya gedung di Surga". (HR. Al Baihaki)

Waktu Sholat Dhuha adalah mulai dari naiknya matahari pagi hingga tergelincirnya matahari.

Demikian secara garis besar pedoman untuk memiliki sikap istiqomah dalam beribadah. (*)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved