Alasan Pelaku Aniaya Bocah Korban Bully di Talang Kelapa

Tiga pelaku penganiayaan terhadap RRZ (13), akhirnya datang ke Polda Sumsel ditemani orangtua mereka untuk dimintai keterangan, Kamis (16/1/2020).

SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi: pemukulan bocah 

Robin (45) orangtua salah satu pelaku mengungkapkan, bila ia sudah melihat video penganiayaan terhadap korban dan tahu salah seorang pelaku adalah anak keduanya.

Namun, ia belum sempat menanyakan kepada anaknya secara langsung karena sang anak sudah dua hari tidak pulang ke rumah pasca video pengeroyokan viral.

"Karena ada kejadian itu, saya dan dua orangtua lainnya sudah mendatangi rumah korban. Bertemu dengan orangtua korban dan meminta maaf, tetapi belum ada kata maaf dari keluarga korban," katanya.

Anak keduanya Hengki, hingga kini belum pulang ke rumah pasca video pengeroyokan viral. Ia sudah berupaya mencari, akan tetapi belum bisa menemukan anaknya.

Begitu pula dengan temannya Hengki yakni Rega, juga tidak pulang ke rumah. Karena ada panggilan dari polisi, ia dan dua orangtua pelaku lainnya sepakat untuk mendatangi Polda Sumsel guna memberikan keterangan.

"Kami sebagai orangtua mengaku memang anak kami salah. Kami masih berupaya, untuk menempuh jalur damai dengan keluarga korban. Tetapi memang masih belum terbuka hatinya dari keluarga korban, mau diapakan lagi," ungkapnya.

Robin berjanji, akan membawa anaknya ke polisi untuk dimintai keterangan. Karena, dari kepolisian juga telah memberitahukan, bila pelaku-pelaku ini tidak akan diapa-apakan.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved