Sidang Lanjutan Suap Bupati Muaraenim, Robi Sebut 3 Big Bos

Alfin disebutnya pernah mengaku pusing lantaran terus dimintai uang oleh Ahmad Yani, Juarsah, Ramlan Suryadi dan beberapa pihak

Sidang Lanjutan Suap Bupati Muaraenim, Robi Sebut 3 Big Bos
DOK. SRIPO
Johan Anuar Bungkam 

PALEMBANG, SRIPO -- Terungkap tiga nama yang disebut sebagai bos besar dalam sidang kasus suap di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Hal ini diketahui saat Robi Okta Fahlevi selaku kontraktor sekaligus pemberi suap, memberikan keterangan pada persidangan terdakwa A. Elfin MZ Muchtar selaku PPK proyek yang juga ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus serupa.

Robi Ngaku Kenal Ahmad Yani Baru Elvin, Sidang Keterangan Saksi Tipikor PUPR Muaraenim

Robi Penyuap Bupati Muaraenim Non Aktif Dituntut Tiga Tahun Penjara, Ada Denda

"Iya pak, setahu saya ada tiga bos besar," ujarnya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/1/2020).

Dalam kesaksiannya, Robi yang juga ditetapkan sebagai terdakwa pada kasus ini dan baru saja dituntut hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan itu, berujar bahwa Elfin sempat menyampaikan keluh kesah kepadanya.

Terdakwa Penyuap Bupati Muaraenim Noin Aktif Robi Dengarkan Tuntutan JPU KPK, Hakim Lengkap

Video: Tunggu Sidang, Robi Terdakwa Penyuap Bupati Muaraenim Non Aktif Hampiri Jaksa KPK

Alfin disebutnya pernah mengaku pusing lantaran terus dimintai uang oleh Ahmad Yani, Juarsah, Ramlan Suryadi dan beberapa pihak terkait fee dari 16 paket proyek di Dinas PUPR Muara Enim.

"Pak Alfin cerita bahwa dia pusing terus dimintai uang. Terus juga uangnya cuma numpang lewat saja. Pak Bupati, Pak Wabup dan Pak Ramlan dan ada juga orang-orang lain yang minta uang terus," ujarnya.

Robi juga kembali menyinggung soal pemberian uang kepada 25 orang anggota DPRD kabupaten Muara Enim. Termasuk kepada Aries HB yang menjabat sebagai ketua DPRD di kabupaten tersebut.

Dimana, Robi menyebut bahwa beberapa anggota DPRD Muara Enim telah menerima jatah fee bahkan sebelum lelang proyek digelar. Sedangkan sisanya mendapat giliran ia dinyatakan sebagai pemenang proyek.

"Berbeda dengan yang lain, jatah untuk pak Aries HB saya berikan langsung kepada yang bersangkutan. Tidak melalui perantara baik itu pak Elfin atau orang lain," ujarnya.

Sementara itu, ditemui setelah persidangan, kuasa hukum A. Elfin MZ Muchtar , Gandi Arius kembali menegaskan perihal tiga nama yang disebut sebagai bos besar dalam kasus suap di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Gandi menegaskan diantara mereka ada yang mengarahkan Elfin untuk terus meminta uang kepada Robi.

"Saya sendiri sebenarnya tidak mau mengatakan sering karena nanti dikatakan fitnah. Tapi ya seperti itulah fakta yang terungkap dalam persidangan dan sudah jelas juga," ujarnya.

Terkait Justice Collaborator (JC) yang telah diajukan, Gandi mengaku optimis bahwa upaya hukum tersebut akan diterima.

Sebab mereka berpendapat sedari awal, Elfin hanya sebagai operator yang mendapat arahan dari para atasannya sebagai perantara penerimaan aliran dana fee.

"Saya tidak mengatakan bahwa Alfin benar-benar bersih. Dalam persidangan, terungkap juga dia menerima uang. Tapi kita lihat juga dalam kasus ini negara tidak mengalami kerugian. Ini adalah kasus gratifikasi. Dan kita tahu 16 paket proyek itu telah selesai semuanya tanpa ada temuan pelanggaran atau penyelewengan. Jadi kami optimis atas upaya JC yang telah diajukan," ujarnya. (cr8)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved