Bocah di Palembang Dibully

BREAKING NEWS : Bocah di Palembang Dibully Dianiaya Sambil Direkam, Orangtua Lapor Polisi

Bully yang diterima RRZ terjadi pada Minggu 29 Desember 2019 di kebun dekat perumahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang.

BREAKING NEWS : Bocah di Palembang Dibully Dianiaya Sambil Direkam, Orangtua Lapor Polisi
SRIPOKU.COM / M ARDIANSYAH
Reny Oktarina (33), datang bersama anaknya untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku bully ke Polda Sumsel, Selasa (14/1/2020) 

Bocah di Palembang Dibully Dianiaya Sambil Direkam, Orangtua Lapor Polisi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Orangtua RRZ (13), korban bullying melapor ke Polda Sumsel.

Bully yang diterima RRZ terjadi pada Minggu 29 Desember 2019 di kebun dekat perumahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang.

Kejadian viral itu, karena aksi bully terhadap korban setelah diunggah di media sosial.

Senin (13/1/2020) malam, orangtua korban memutuskan melaporkan para pelaku yang telah memukuli anaknya dan menyebarkan ke media sosial.

Ibu dari RRZ, Reny Oktarina (33),langsung datang bersama anaknya untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku.

"Anak saya sedang duduk di pondok bersama temannya, tiba-tiba para pelaku datang. Mereka langsung menganiaya anak saya dan merekamnya juga," ujar Reny, Selasa (14/1/2020).

Menurut dia, pelaku berjumlah tiga sampai empat orang menganiaya anaknya.

Meski sudah meminta berhenti, para pelaku tetap saja terus menganiaya anaknya RRZ.

"Satu orang yang dikenal anak saya, yang lain tidak dikenalnya. Saya berharap, para pelaku bisa ditangkap karena sudah menganiaya anak saya," katanya.

Video kekerasan ini juga, ternyata sudah diperoleh Direktorat Intelkam Polda Sumsel.

Direktorat Intelkam juga sudah berkoordinasi untuk menyelidiki kasus kekerasan yang dialami RRZ.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan orangtua korban yang anaknya jadi kekerasan atau bullying.

"Laporan korban sudah diterima dengan nomor polisi: LPB / 26 / I / SPKT / 2020. Penyidik sudah meminta keterangan korban dan segera melakukan penyelidikan. Terlebih, kekerasan ini jadi viral setelah disebar melalui media sosial," katanya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved