Peringatan Bencana di Sumsel

Pemkab Lahat Tingkatkan Anggaran Bencana, Sekarang Rp 3 Miliar Dianggap tak Cukup

Dana yang disiapkan untuk bencana di Kabupaten Lahat per tahun sekitar 3 Milyar. Melihat kondisi yang terjadi, tahun depan anggaran bisa ditambah.

Pemkab Lahat Tingkatkan Anggaran Bencana, Sekarang Rp 3 Miliar Dianggap tak Cukup
sripoku.com/ehdi amin
Bupati Lahat, Cik Ujang SH, ketika memimpin apel gelar pasukan siaga bencana. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat bersama TNI-Polri, Senin (13/1/2020) menggelar apel siaga bencana di Lapangan Seganti Setungguan.

Ratusan personel ikut dalam apel tersebut.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH mengatakan, musibah banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Lahat waktu lalu mengakibatkan kerugian mencapai milyaran rupiah.

Pemetaan Potensi Bencana Versi BMKG SMB II Berdasarkan Wilayah di Sumsel, Palembang Puting Beliung

" Kerugian di Kecamatan Mulak Sebingkai akibat banjir bandang hingga ratusan juta rupiah, karena ada beberapa rumah hanyut dan rusak berat, ditambah di Kikim Area, kerugian ditaksir hingga milyaran rupiah," ujarnya usai melaksanalan apel siaga bencana, di Lapangan Seganti Setungguan Lahat, Senin (13/1/2020).

Cik Ujang membeberkan, dana yang disiapkan untuk bencana di Kabupaten Lahat per tahun sekitar Rp 3 milyar.

Melihat kondisi yang terjadi, tahun depan anggaran tersebut dapat ditambah.

"Anggaran disiapkan untuk bencana sekitar Rp 3 milyar selama setahun. Untuk kedepan kita lebihkan, karena untuk bencana sekarang ini dana Rp 3 Milyar tidak cukup," ungkapnya seraya mengatakan, untuk fasilitas umum yang memang menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Lahat akan segera dibangun dan diperbaiki, meskipun keterbatasan dana Rp 3 Milyar akan dibagi bagi.

BREAKING NEWS: BMKG Ingatkan Bencana di Seluruh Daerah di Sumsel, Periode Hujan Petir Sudah Dimulai

Kemudian, masih kata Cik Ujang, meminta semua pihak untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, dengan kemungkinan kembali terjadinya bencana.

Mengingat, hal tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Kerjasama pemerintah dan non pemerintah hal yang sangat penting dalam rangka mengurangi terjadinya bencana, diharapkan semua pihak berpartisipasi sesuai peran dan fungsi masing masing dan masyatakat kiranya dapat mengerti dan memahami serta dapat melakukan tindakam yang cepat dan tepat" harapnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved