Viral Oknum Jukir Nyambi Pungli di Samping Jembatan Ampera, Ini Identitas Pelakunya

Berawal dari video diduga memalak seorang pengendara yang parkir di kawasan Jembatan Ampera, Polrestabes Palembang membekuk pria ini.

sripoku.com/andyka wijaya
YP (wajah diblur) ketika dimintai keterangan oleh anggota Polrestabes Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berawal dari adanya laporan masyarakat kota Palembang dan sempat viral di Instagram dengan video aksi punglinya di kawasan stasiun LRT samping Jembatan Ampera Kecamatan IT I, Palembang, YP (21) akhirnya dibekuk Polrestabes Palembang Jumat (10/1/2020) sore.

Sempat mengelak dengan menyatakan video viral tersebut sudah lama, polisi tetap menggiring warga Kelurahan 8 Ulu SU I ini ke Polrestabes Palembang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Video : Ada Laporan Pungli, 28 Jukir di Palembang Diamankan Shabara Polrestabes

Dalam adegan videonya yang berdurasi 11 detik, terlihat YP yang ternyata seorang oknum juru parkir (jukir) ini sedang mengatur parkir di kawasan kejadian tersebut.

Di video ini, ia terlihat mengenakan baju lengan panjang kemeja kotak-kotak dan memakai topi bewarna hijau.

Pada salah satu pengendara mobil, YP meminta uang senilai Rp 10 ribu.

"Di sini jangan nyari penyakit. Kalo idak ngasih, itu namanya cari penyakit," kurang lebih seperti itu pernyataan YP kepada si pengendara mobil.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Pidum Iptu Ginting Sabtu (11/1/2020) mengatakan pelaku diamankan lantaran diduga sudah melakukan aksi pungli di kawasan Pasar 16 Ilir yang tak jauh dengan Jembatan Ampera, Palembang, tepatnya di bawa jembatan LRT.

BREAKING NEWS: Viral Jejak Kaki Diduga Harimau di Muratara, Penyebar Info Sampai Sumpah Demi Allah

Karena meresahkan, apalagi videonya sudah viral, YP pun diamankan.  

Lanjut Ginting, dari hasil keterangan warga yang sering parkir di kawasan tersebut, pekalu sering melakukan aksi pungli.

"Dimana bisa untuk mobil, pengedara bisa membayar 3 ribu, namun pelaku memintai pengedara tersebut sebesar 10 ribu. Sedangkan untuk pengendara motor, bisa pengendara membayar 2 ribu, namun pelaku memintai pengendara itu sebesar Rp 5 ribu," katanya.

Selain mengamankan pelaku, sambung Ginting, anggota juga mengamankan barang bukti berupa uang sejumlah Rp 162 ribu, saat dirinya jaga parkir di kawasan tersebut.

"Hingga saat ini pelaku masih kita ambil keterangan, guna penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Sedangkan Yoga, hanya tertunduk malu dan merasa bersalah karena ulahnya.

"saya menyesal dan bersalah pak. Saat itu saya khilaf bicara begitu, " katanya sambil menundukan kepalanya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved