Jejak Harimau di Kampus Unsri

Mahasiwa Unsri Cemaskan Kehadiran Harimau, BKSDA Sumsel: Kita Ragu Itu Benar

BKSDA Sumsel meragukan ada harimau muncul di kawasan Universitas Sriwijaya Indralaya jika dilihat dari faktor ilmiah.

Kolase Sripoku.com
BREAKING NEWS : Mahasiswa Unsri Heboh, Dengar Suara Auman di Area Kampus, Harimau atau Macan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan telah menerima adanya laporan diduga harimau yang muncul disekitar kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

Namun, BKSDA masih meragukan kebenaran dari laporan tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, secara ilmiah kecil kemungkinan adanya harimau di kawasan seputar Unsri Indralaya.

BREAKING NEWS : Mahasiswa Unsri Heboh, Lihat Binatang Buas di Arboretum, Harimau atau Macan Tutul!

Sebab kantong-kantong harimau dari kawasan tersebut berjarak cukup jauh, yakni lebih dari 50 km.

"Selain itu koridor hutan mengarah yang ke kawasan kantong harimau juga sudah terputus dengan pemukiman dan infrastruktur," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Lanjutnya, kebun di kawasan Unsri Indralaya juga di pagar tembok setinggi dua meter dengan panjang puluhan kilometer.

Ia lantas mempertanyakan, apakah logis harimau bisa masuk ke dalam kawasan kebun yang telah memiliki perlindungan seperti itu.

Kemunculan Harimau di Pagaralam, Muaraenim, & Lahat Bikin Pemkab OKU Minta Polri Serta TNI Terlibat

"Juga katanya masih banyak terdapat babi disana. Padahal hewan tersebut merupakan makanan harimau.

Lagian, biasanya kalo ada harimau, pasti babi juga akan kabur tunggang langgang. Tidak akan ada di kawasan itu," ucapnya.

Terlepas dengan adanya keraguan tersebut, BKSDA Sumsel tetap akan bertindak terhadap laporan yang mereka terima.

Genman berujar saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Fakultas Pertanian (Faperta) UNSRI.

"Informasi yang kami terima terkait kemunculan diduga harimau masih kami verifikasi.

Memang sudah seharusnya semua laporan perlu verifikasi, sehingga tidak salah langkah," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved