Longsor Lahat

Longsor di Desa Terkul Lahat, Polres Pagaralam Kerahkan Personil Arahkan Jalur Alternatif

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIk MH mengatakan, pihaknya kembali mengalihlan jalur lalulintas menuju Kabupaten Lahat.

Facebook Dian Jenggot
Kawasan yang tertimbun longsor dijalur utama penghubung Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat tepatnya dikawasan Desa Terkul, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pagaralam merupakan salah satu Kabupaten/Kota di Sumsel yang masuk dalam kawasan Zona Merah, yaitu kawasan rawan bencana. Hal ini ditambah saat ini intensitas hujan di Pagaralam sangat tinggi.

Bahkan sejak tadi malam hingga pagi ini, Kamis (9/1/2020) hujan masih menguyur Kota Pagaralam. Hal ini dikabarkan juga terjadi disejumlah daerah di sekitar Kota Pagaralam.

Begini Kondisi Sopir Pasca Pick up Terendam Longsor di Desa Terkul Lahat, Alat Berat Dikerahkan

Hujan yang menguyur Pagaralam dan sekitarnya sejak tadi malam membuat sejumlah daerah mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

Bahkan saat ini jalur utama Pagaralam-Lahat kembali ditutup sementara karena jalur utama tertimbun material longsor.

Longsor terjadi dibeberapa titik dikawasan Desa Terkul Kecamatan Pulau Pinang Lahat. Akibatnya jalur tidak bisa dilalui untuk sementara waktu.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIk MH mengatakan, pihaknya kembali mengalihlan jalur lalulintas menuju Kabupaten Lahat.

Selain Longsor, Ada Banjir Bandang di Desa Lubuk Sepang dan Desa Tanjung Sirih Lahat

Jalur dialihkan ke jalur alternatif yaitu Simpang Mbacang lewat Kecamatan Gumay Ulu.

"Longsor kembali menutup jalur utama penghubung Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Untuk itu sementara waktu jalur kita alihkan kejalur alternatif Simpang Mbacang-Muara Siban Lahat melalui Kecamatan Gumay Ulu," ujar Kapolres.

Saat ini pihak Polres Pagaralam telah menyiagakan anggota Satlantas di Simpang Mbacang untuk mengalihkan para pengendara.

Selain itu pihaknya telah menutup sementara jalur utama sembari memasang papan pengumuman.

"Kita tetap mengimbau masyarakat yang akan melewati jalur alternatif untuk tetap waspada. Pasalnya di jalur tersebut ada beberapa titik yang juga rawan longsor," katanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved