Tragedi Irak

Tragedi Irak dan Masa depan Stabilitas Timur Tengah

Ada tiga kata kunci yang menjadi sorotan pada tragedi di dekat bandara internasional Baghdad, Irak pada Jum’at 3 Januari 2020 silam,

Tragedi Irak dan Masa depan Stabilitas Timur Tengah
ist
Kiki Mikail

Tragedi Irak dan Masa depan Stabilitas Timur Tengah

Oleh : Kiki Mikail

Pengamat Timur Tengah/Dosen Politik UIN Palembang/Ketua Yayasan PP Darul Muttaqien

Ada tiga kata kunci yang menjadi sorotan pada tragedi di dekat bandara internasional Baghdad, Irak pada Jum’at 3 Januari 2020 silam, negara yang pada tahun 2003 lalu diluluh lantakkan oleh AS dan sekutu.

Pertama, bahwa serangan udara tersebut dikonfirmasi oleh Pentagon atas instruksi langsung dari Donald Trump.

Yang kedua beberapa korban serangan udara diantaranya adalah perwira tinggi hashad Al Shaabi seperti Abu Mahdi al-Muhandis yang nota bene berperan penting menghabisi pasukan ISIS (daesh) yang beberapa waktu lalu menguasai Irak dan Suriah.

Kementerian Pertahanan AS mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerbangkan drone yang total menewaskan delapan orang pada Jumat tengah malam waktu setempat.

Yang ketiga adalah tewasnya komandan pasukan Quds pada garda revolusi Iran Mayor Jenderal Ghasem Soleimani dalam serangan udara yang diikabarkan bahwa drone MQ-9 Reaper yang membawa rudal tersebut di kendalikan oleh AS dari Qatar.

Ghasem Soleimani sendiri merupakan jenderal Iran yang sarat dengan pengalaman yang semenjak tahun 1998 terlibat dalam pasukan Quds bahkan bisa disebut sebagai kata kunci kekuatan militer Iran saat ini.

Ghasem Soleimani selama ini dianggap oleh AS sebagai juru taktik sekaligus biang kegagalan AS dalam menguasai beberapa wilayah di timur tengah.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved