Berita PALI

Petani Cabai di Kabupaten PALI Terancam Gagal Panen Akibat Tanaman Cabai Keriting Diserang Hama

Petani cabai di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terancam gagal panen, akibat tanaman mereka terserang hama.

Petani Cabai di Kabupaten PALI Terancam Gagal Panen Akibat Tanaman Cabai Keriting Diserang Hama
SRIPOKU.COM/Reigan Riangga
Petani cabai di Telaga Calak, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI terancam gagal panen. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI -- Petani cabai di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terancam gagal panen, akibat tanaman mereka terserang hama.

Tanaman cabai petani yang seharusnya saat ini bisa dinikmati hasilnya, gagal panen akibat daun dan cabai menjadi keriting, sehingga para petani mengalami kerugian cukup besar.

Salah seorang petani cabai asal Telaga Calak, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Samsuar (70) mengaku bahwa dirinya sampai mengalami kerugian hingga Rp40 juta.

Menurutnya, besarnya kerugian itu disebabkan semua tanaman cabai miliknya tidak ada yang berbuah akibat daun menjadi keriting dan pohonnya kerdil.

"Jangankan panen, sampai sekarang ini saja, kami belum sama sekali melihat buah cabai yang kami tanam ini," ungkap Samsuar, Selasa (8/1/2020).

Samsuar mengatakan, bahwa dirinya sudah berusaha berbagai cara melakukan untuk mengatasi penyakit, namun tetap saja tanaman cabai seluas dua hektar yang telah ditanamnya sejak September 2019 gagal panen.

YA Tusuk Yansyah Dua Kali Hingga Tewas di Arena Orgen Tunggal Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat

Rumah Anda tidak Laik Huni dan Berpenghasilan Rendah, Ayo Ajukan ke Walikota atau Bupati Setempat

Kondisi Gelap Gulita di Malam Hari Jembatan Air Lalan Bayung Lencir Musi Banyuasin Terasa Angker

"Saya juga kurang tahu penyebab cabai itu jadi kerdil dan keriting. Padahal, kami sudah pakai bibit unggul kelas satu dan menggunakan pupuk yang bagus juga," ungkapnya.

Samsuar berharap, ada campur tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

"Kami berharap Pemkab PALI melalui Dinas Pertanian bisa memberi solusi terutama atasi penyakit ini," harapnya.

Menanggapi keluhan petani cabai ini, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Erizon mengatakan, pihaknya bakal segera mengecek ke lokasi.

"Kita akan lihat dulu penyebabnya apa, tapi kalau sudah usia tanam dua bulan, mungkin sudah terlambat ditangani. Tapi, tetap kita tinjau dulu baru kita tentukan langkah selanjutnya," terangnya.

Sementara, seorang ibi rumah tangga, Rini (35), warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi menuturkan, bahwa saat ini harga cabai meningkat.

Menurut dia, sebelum tahun baru harga cabai dikisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogramnya.

"Namun,setelah tahun baru harga cabai mencapai Rp60 per kg. Tapi, sekarang harganya Rp 35 ribu sampai 36

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved