Kemunculan Harimau di Pagaralam, Muaraenim, & Lahat Bikin Pemkab OKU Minta Polri Serta TNI Terlibat

Pemkab OKU juga mewaspadai kemunculan harimau di Pagaralam, Muaraenim, dan Lahat selain potensi bencana alam di musim hujan seperti sekarang.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
dok. Polres OKU
Apel pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Penangulangan Bencana Alam di Kabupaten OKU. 

Laporan wartawan sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Pemkab OKU tidak hanya terfokus pada antisipasi bencana alam di musim hujan seperti sekarang. Kemunculan harimau di Pagaralam, Muaraenim, dan Lahat juga menjadi perhatian.

Untuk mewaspadai ancaman musibah bencana alam  tahun 2020 Kabupaten OKU mensiagakan Tim Terpadu. Tim ini diharapkan menjadi pusat koordinasi disaat terjadi musibah yang suit diprediksi.

Jelang Tahun Baru, Mbak You Ramal Bakal Ada Bencana Alam Hebat di 3 Pulau Ini, Salah Satunya Banjir

Ha itu dikatakan Bupati OKU,  Drs H Kuryana Azis kepada Sripoku.com Rabu (8/1/2020) .

Menurut bupati, untuk mengecek kesiapan tim terpadu, sudah dilakukan  gelar apel pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Penangulangan Bencana Alam di Kabupaten OKU.

Apel dipusatkan di halaman Mapolres OKU dengan dihadiri Kapolres OKU AKBP Tito Hutauruk SIK MH, Wakapolres Kompol Zulkarnain SH SIK MH, Kasdim 0403/OKU Mayor Inf Sukriyanto SIP, Kejari OKU Bayu Pramesti SH, Porkopimda, Pejabat Pemkab OKU, Personel TNI, Polri dan intansi terkait.  Apel diikuti oleh TNI, Polri, Satpol PP dan Linmas, Gabungan BPBD, Dishub, Damkar, Dinsos, Pramuka, dan PMI.

Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dalam sambutannya menyampaikan di musim hujan dengan itensitas curah hujan yang lebat berpotensi  terjadinya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan benacna alam lainnya.

Untuk itu perlu adanya peran dan partisipasi kita semua dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan semua pihak, walaupun sebagai penanggung jawab adalah pemerintah.

Namun demikian masyarakat sebagai garda terdepan jika terjadi bencana, maka perlu ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sumsel Waspada bencana Alam, 9 Kecamatan di OKU Selatan Rawan Tanah Longsor dan Banjir Bandang

Bupati OKU mengatakan bahwa pelaksanaan apel siaga bencana yang dilakukan oleh Pemkab, TNI-Polri bersama-sama dengan instansi terkait sebagai wujud nyata sinergitas kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana di tahun 2020.

Bencana alam terjadi secara mendadak dan tidak dapat diprediksi.

Karena itu perlu adanya kelancaran komunikasi dan koordinasi antar-lintas pemangku kepentingan sehingga penanganan yang cepat bila terjadi bencana dapat dilakukan secara cepat dan bermanfaat.

Di kesempatan itu bupati mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir wilayah Provinsi Sumatera Selatan terutama Lahat, Pagar Alam, Muara Enim resah karena teror binatang buas jenis harimau

Binatang  yang menjadi momok mengkutkan ini sudah sangat agresif dan telah banyak menelan korban jiwa.

Untuk Kabupaten OKU yang bertetangga dengan Kabupaten Muaraenim juga diminta waspada.

“Saya intruksikan kepada para camat dan kades beserta perangkat TNI-Polri ditingkat kecamatan agar meningkatkan koordinasi," imbuh bupati.

Bupati menginstruksikan pihak terkait meningkatkan  pemantauan terhadap potensi munculnya harimau liar kearah pemukiman dan perkebunan penduduk.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved