Terkuak Cara Keji Pikri Habisi Nyawa Herlina, Motif Korban tak Sanggup Bayar Utang

Terkuak cara keji menghabisi nyawa Herlina, perempuan yang tak sanggup membayar utang hingga akhirnya dibunuh.

handout
Terkuak cara keji Pikri menghabisi nyawa Herlina, yang dibunuh lantaran tidak sanggup membayar utang. Dalam adegan rekonsrtuksi, dimana korban diperankan oleh seorang anggota Polri, Pikri menggorok leher Herlina. 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Masih ingat dengan penemuan mayat berjenis kelamin perempuan di Talang Kemiling Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam pada bulan Agustus 2019? Mayat tetsebut sempat berstatus Mrs X karena saat ditemukan tidak ada identitas.

Namun berselang beberapa jam identitas korban diketahui bernama Herlina (45) warga Desa Ujan Mas Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam. Polres Pagaralam sempat kesulitan mengungkap kasus pembunuhan wanita tersebut.

Berkat keterangan sejumlah saksi dan petunjuk lainnya Polres berhasil mendapatkan identitas pelaku.

Temui Galih Ginanjar, Sikap Barbie Kumalasari Berbeda ke Suaminya, Isu Cerai Ditepis dengan Cara Ini

Pelaku pembunuhan Herlina, yaitu Pikri alias Pik warga Manggelan Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Dari hasil keterangan tersangka, dirinya tega membunuh Herlina karena alasan korban miliki utang sebesar 500 ribu.

Dari hasil rekontruksi pembunuhan tersebut di tempat kejadian perkara yang berada di Talang Kemiling ada 14 adegan yang diperagakan tersangka.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara menjelaskan, rekontruksi dilakukan sebanyak 14 adegan dimulai dari tersangka Pikri menelpon korban Herlina pada Selasa (6/8/2019) untuk menanyakan uang tersangka sebesar lima ratus ribu yang dipinjam korban.

Sidang Tuntutan Robi Ditunda, Ahmad Yani Bupati Muaraenim Non Aktif Utarakan Eksepsi

"Tersangka berangkat dari rumah dan berjanji dengan korban Herlina untuk bertemu di Simpang Tanjung Aro ,setelah betemu tersangka langsung membawa Herlina ke kebun kopi kemudian tersangka kembali menagih utang namun, korban tidak mampu membayar utang," ujar Kasatreskrim, kepada sripoku.com, Selasa (7/1/2020).

Diduga karena kesal dengan jawaban korban, tersangka langsung memukul korban secara bertubi-tubi yang membuat korban pingsan.

"Tidak puas dengan itu, tersangka menyeret korban sejauh 100 meter kemudian tersangka langsung menggorok leher korban.

Setelah itu tersangka kabur dengan membawa satu buah Hand Phone Dan Motor Honda Beat Nopol BG 3630 WF milk korban," jelasnya.

Sering Ikut Kejuaraan, Pebulutangkis Ini Malahan Penghasilannya Lebih Banyak Dari Rangking 1 Dunia

Atas perbuatannya tersangka terancam perkara pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain atau pembunuhan berencana.

"Tersangka dikenakan pasal 365 ayat 3 dan atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara diatas 15 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati," tegasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved