Kepala Dibenturkan Teman Ditembok, Remaja di Lubuklinggau Ditusuk, Berawal dari Api Rokok
Akibat pristiwa itu Ndo terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Sobirin kota setempat karena mengalami luka tusuk dipunggung.
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Gara gara api rokok, RF (15) dan Ndo (15) keduanya warga Lubuklinggau terlibat penusukan.
Akibat pristiwa itu Ndo terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Sobirin kota setempat karena mengalami luka tusuk dipunggung.
Peristiwa itu terjadi hari Minggu (5/1/2020) kemarin sekira pukul 15.00 Wib di depan rumah RF.
RF pun saat ini sudah diantar oleh ayahnya menyerahkan diri ke Polres Lubuklinggau.
Penganiayaan itu bermula setelah RF dan Ndo sama-sama bermain di Warnet Sarom dan duduk bersebelahan.
Saat itu Ndo meminjam api rokok kepada RF. Namun RF tidak memberikannya dan ia asik bernyanyi mendengarkan headshet.
"Karena tidak terima, Ndo langsung mendekat dan memukul wajah dan belakang kepala RF hingga 10 kali," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono pada wartawan, Senin (6/1).
Dwi mengungkapkan, Ndo juga membenturkan kepala RF ke dinding sebanyak 11 kali. Saat itu RF tidak membalas, ia hanya menghindar dan menangkis.
"RF sempat berkata, “Sudah Ndo, saya tidak mau belago (berkelahi) saya mau pulang, sembari berjalan keluar warnet," ujar Dwi.
Namun ternyata Ndo mengejar, dan menarik kerah baju RF. Korban berkata “Nanti dulu kamu pulang, kamu sudah mengejek saya.
” kemudian RF kembali menepis tangan Ndo dan berkata “Sudah Ndo, saya tidak mau berkelahi," ia langsung lari menuju ke rumahnya.
Diduga karena tidak puas Ndo terus mengejar, bahkan di depan rumah RF, ia berhasil mencekik RF. Kemudian Dua orang teman mereka sempat memisahkan keduanya.
"Tapi Ndo sepertinya belum puas, hingga kembali mengejar RF, bahkan mencekik leher RF dari belakang dan membenturkan kepala RF ke dinding pintu rumah berkali-kali," terang Dwi.
Mendengar keributan Ibu RF pun memisahkan, hingga RF bisa melepaskan diri dari Ndo. Diduga karena habis kesabaran setelah berkali-kali dipukul dan kepalanya dibenturkan ke dinding, RF akhirnya mengambil pisau di rak TV.
"Dia RF keluar rumah, mendapati Ndo masih di depan rumahnya, langsung ditikam. Setelah kejadian tersebut RF langsung menyerahkan diri ditemani ayahnya ke Polres Lubuklinggau. Sementara Ndo dirawat di RS dr Sobirin," ujarnya Dwi.