Breaking News:

Batu Peninggalan Megalitik Diterjang Banjir Bandang di Lahat, Benda Bersejarah Itu Dicemaskan hilang

Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di aliran Sungai Ayek Mulak tidak saja merobohkan jembatan Ayek Mulak.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Refly Permana
handout
Kondisi Batu Beralif sebelum (kiri) dan sesudah diterjang banjir bandang di Lahat beberapa waktu yang lalu. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di aliran Sungai Ayek Mulak tidak saja merobohkan Jembatan Ayek Mulak.

Namun, juga berdampak bergesernya keberadaan Batu Berelif, batu peninggalan masa Megalitik yang ada di Desa Air Puar, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat.

Tak hanya itu, di sekitar batu sangat memprihatinkan sehingga tak menutup kemungkinan batu tersebut 'tertelan' lumpur, terlebih jika kembali terjadi banjir bandang.

WASPADA! BMKG Catat Daerah di Sumsel Ini Berpotensi Terkena Longsor, Banjir Bandang, Puting Beliung

Penggiat wisata sekaligus Staf Khusus Bupati Lahat bidang Pariwisata, Mario Andramartik, membenarkan jika telah terjadi pergeseran lokasi batu sekitar 20 cm.

Hal itu terjadi akibat terjangan banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Keberadaanya memang hanya sekitar 15 meter dari Sungai. Pemkab Lahat sendiri telah melaporkan ke BPCB Jambi terkait hal itu.

Sebab batu ini merupakan aset dan sejarah daerah dan nasional," ujar Mario, Senin (6/1/2020).

Diterangkan Mario, batu tersebut merupakan peninggalan masa megalitik.

Kencangnya Angin Muson Cina Selatan, Waspada Banjir Bandang & Longsor Intai Sumsel

Untuk usia belum bisa dipastikan namun, jika mengacu dengan situs di Desa Gunung Kaya, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, yang sudah didating atau uji laboratorium usianya sekitar 1400 tahun.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved