Breaking News

Semburan Minyak Mentah Milik Pertamina di Pali Sebabkan Kebun Karet Warga Mati

Sebanyak puluhan batang karet di kebun warga mati akibat diduga semburan minyak mentah, Kamis (2/1/2020).

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/REIGAN P
Pipa milik PT Pertamina Asset 2 Adera Field di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI mengalami kebocoran, sehingga mencemari kebun warga. Area lampiran 

Semburan Minyak Mentah Milik Pertamina di Pali Sebabkan Kebun Karet Warga Mati.

SRIPOKU.COM, PALI -- Sebanyak puluhan batang karet di kebun warga mati akibat diduga semburan minyak mentah, Kamis (2/1/2020).

Semburan minyak ini terjadi lantaran, pipa milik PT Pertamina Asset 2 Adera Field yang berada di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengalami kebocoran.

Imbasnya, kebun karet milik salah satu warga terkena semburan minyak mentah yang keluar dari titik kebocoran pipa.

Indra warga pemilik kebun, berkata kejadian bocornya pipa milik Pertamina Adera Field terjadi sejak Jumat (27/12/2019) lalu.

Menurutnya, bahwa kejadian pecahnya pipa tersebut bukan kali pertama.

"Sudah dua kali ini pak, namun tidak ada ganti rugi dengan alasan digesek orang tidak dikenal." ungkap Indra, Kamis.

"Lahan kami luasnya lebih kurang satu hektar dan sebanyak hampir 70an batang karet mati," tambahnya.

Dirinya berharap, pihak perusahaan memberikan kepeduliannya terhadap pemilik kebun yang pohon karetnya terkena semburan minyak.

"Kami masih mengharapkan itikad baik pihak perusahaan untuk meringankan kami dengan ganti rugi," jelasnya.

Sementara itu, LR Adera Field, Abdul Aziz berkata, bahwa ihak Adera sempat kesulitan dalam melakukan pembersihan limbah, karena pemilik kebun yang terkena imbas menuntut ganti rugi.

Ia mengklaim penyebab bocornya pipa tersebut akibat adanya vandalisme atau ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, meski sempat dihalangi pemilik kebun, namun Aziz mengakui, bahwa pihaknya saat ini tengah membersihkan sisa ceceran minyak yang keluar.

"Petugas kami tengah membersihkan. Untuk tuntutan pemilik kebun meminta ganti rugi, dalam hal ini kami tidak bisa memenuhi karena sama-sama korban yang diakibatkan tangan jahil," ujarnya

"Kasus ini sudah kami laporkan ke pihak berwajib," ungkapnya lagi.

Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian mengaku belum menerima laporan adanya vandalisme yang terjadi pada pipa milik Adera Field.

"Belum masuk laporan ke kita, malah ada anggota kita di Adera belum mengetahui masalah itu," kata Alpian.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved