Warga Muaraenim Tewas Dimangsa Harimau

52 Personel Tim Satgas Gabungan Muaraenim dan BKSDA Siap Tangkap Harimau yang Selama Ini Teror Warga

Nanti Satgas Gabungan Kabupaten Muaraenim sebanyak 52 personel tersebut yang dipimpin oleh DLH Muaraenim, akan bergabung dengan tim BKSDA berjumlah 54

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi saat memimpinan Rapat Persiapan Pemberangkatan Satgas Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar (Harimau) di ruang rapat Pangrifta Sriwijaya Bappeda Muaraenim, Kamis (2/1/2020). 

Tim Satgas Gabungan Muaraenim dan BKSDA Siap Tangkap Harimau yang Selama Teror Warga

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sebanyak 52 personel Tim Satgas Gabungan Kabupaten Muaraenim akan dikirim bergabung dengan tim BKSDA untuk menangani konflik Manusia dan Satwa Liar (Harimau).

Hal tersebut diungkapkan Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi saat memimpinan Rapat Persiapan Pemberangkatan Satgas Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar (Harimau) diruang rapat Pangrifta Sriwijaya Bappeda Muaraenim, Kamis (2/1/2020).

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi yang didampingi oleh Kasat Shabara Polres Muaraenim AKP Antoni, Kasdim 0404/Muaraenim Mayor Inf Sugeng dan Kepala UPTD Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Wilayah VIII Semendo Ahmad Mirza, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs HM Teguh Jaya MM, para Camat, Kapolsek, Forum Kades Semende, BPBD, DLH, PUPR, Kejaksaan dan instansi terkait lainnya.

Herman Deru Perintahkan BKSDA Tangkap Harimau, Jangan Dibunuh, Dibawa ke Taman Safari

Menurut Hasanudin, saat ini tim Satgas gabungan Kabupaten Muaraenim yang teridiri dari Pemda Muaraenim, Polres Muaraenim, Kodim 0404/Muaraenim, KPH, dan lain-lain berjumlah 52 orang, akan standby yang dibagi dua kelompok menempati dua posko yakni di rumah Camat Semende Darat Laut (SDL) dan Vila Bedegung Kecamatan Panang Enim.

Nanti Satgas Gabungan Kabupaten Muaraenim sebanyak 52 personel tersebut yang dipimpin oleh DLH Muaraenim, akan bergabung dengan tim BKSDA berjumlah 54 orang.

"Tim Satgas Gabungan Kabupaten Muaraenim ini, akan berlaku sejak hari ini, hingga satu bulan kedepan.

Pokoknya melihat situasi dan kondisi di lapangan," ujar Sekda.

Selama melakukan upaya penangkapan harimau, lanjut Hasanudin, Tim Satgas Gabungan Muaraenim bersama instansi terkait juga bersiaga melakukan pertolongan jika ada bencana alam seperti tanah longsor dan banjir.

Sebab bulan Januari ini diperkirakan intensitas hujan tinggi dan berpontensi menimbulkan bencana alam tersebut.

Plt Bupati Muaraenim Juarsah Perintahkan Tangkap Harimau Hidup atau Mati, Ini Respon BKSDA

"Soal akomodasi dan transportasi akan kami siapkan. Yang penting petugas bisa tenang melakukan tugasnya," ujar Sekda.

Ditambahkan Kasdim 0404/Muaraenim Mayor Inf Sugeng, meminta kepada tim Satgas Gabungan Muaraenim terutama Tim BKSDA untuk bisa mendampingi dan bertanggungjawab.

Seandainya bertemu dengan Harimau dan mengancam jiwa untuk harap dimaklumi jika ada Harimau yang mati.

Jangan sampai KPH dan BKSDA Pusat tidak mendukung kegiatan kita.

Sementara itu Kepala UPTD Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Wilayah VIII Semendo Ahmad Mirza, bahwa untuk peralatan menangkap Harimau tersebut sudah lengkap seperti perangkap Harimau, Kamera Trap dan sebagainya termasuk petugas BKSDA dari Jambi, Bengkulu dan Sumsel.

Mengenai Harimau, sesuai aturan memang dilindungi bahkan jika sengaja diburu dan dibunuh bisa berhadapan dengan hukum, namun jika membela diri lain halnya.

"Pokoknya kita berusaha sekuat mungkin menangkapnya hidup-hidup bukan seperti memburu. Namun jika dilapangan nyawa terancam tentu manusiawi orang membela diri," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved