Warga Muaraenim Tewas Dimangsa Harimau

Muaraenim Bentuk Tim Satgas Evakuasi Harimau, BKSDA Pasang 50 Kamera Trap

Muaraenim Bentuk Tim Satgas Evakuasi Harimau, BKSDA Pasang 50 Kamera Trap disejumlah titik perlintasan harimau

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Pemkab Muaraenim berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel sepakat untuk membentuk tim gabungan Satgas Muaraenim untuk mengevakuasi Harimau. 

Muaraenim Bentuk Tim Satgas Evakuasi Harimau, BKSDA Pasang 50 Kamera Trap

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Tingginya intensitas pertemuan hewan harimau (Panthera Tigris Sumatera) dengan manusia diwilayah Semendo dan sekitarnya, Pemkab Muaraenim berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel sepakat untuk membentuk tim gabungan Satgas Muaraenim untuk mengevakuasi harimau.

"Ketuanya DLH Muaraenim dengan anggota BKSDA Sumsel, Polres Muaraenim, Kodim 0404/Muaraenim, Polhut, Satpol PP dan instansi terkait," ujar Plt Bupati Muaraenim Juarsah, ketika memimpin rapat Antisipasi Bahaya dan Dampak Serangan Binatang Buas (harimau) terhadap Masyarakat di ruang rapat Pangripta Sriwijaya, Bappeda Muaraenim, Senin (30/12/2019).

Sudah Meresahkan Masyarakat, Bupati Muaraenim Minta Tangkap Harimau Hidup Atau Mati

Tanggapi Instruksi Bupati Juarsah soal Tangkap Harimau, BKDSA: Akan Kami tangkap dalam keadaan hidup

Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Terkam Sulistiawati, Petani Kopi di Lahat Tak Berani Keluar Rumah

Turut hadir dalam rapat tersebut Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanuddin Msi, Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono Sik MH, Dandim 0404 Muaraenim Letkol Inf Syafruddin, Kasi Wilayah Konservasi BKSDA Sumsel Matrialis dan Seluruh Unsur Forkominda serta pihak terkait.

Plt Bupati Muaraenim Juarsah mengatakan, sebagaimana kita ketahui bahwa Teror Harimau kepada masyarakat Semendo dan sekitarnya ini sudah berlangsung sekitar setengah bulan ini, dan telah memakan lima korban jiwa baik manusia dan hewan ternak.

Untuk mengatasi konflik tersebut, pihaknya berharap kepada pihak terkait yakni BKSD untuk segera dapat mengevakuasi harimau tersebut baik hidup maupun mati agar memberikan kepastian rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali untuk mencari nafkah.

"Saat ini, sudah satu Minggu ini masyarakat Semendo perekonomian lumpuh total, karena masyarakat sangat ketakutan untuk beraktivitas dikebun, sesangkan masyarakat Semendo hampir 99 persen kehidupannya adalah petani," tegasnya.

Kedepan, lanjut Plt Bupati Muaraenim Juarsah, kepada masyarakat untuk waspada dan hati-hati jika ke kebun, jangan sendiri-sendiri, dan jika kekebun jangan terlalu pagi (subuh) ataupun terlalu sore apalagi malam, apalagi saat ini musim durian, jangan lagi bermalam dipondok.

Karena waktu malam hari tersebut adalah waktu binatang mencari mangsanya, kalau manusia jadilah beraktifitas pada siang hari.

Sementara itu Kasi wilayah konservasi BKSDA Sumsel Matrialis mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA Pusat di Jakarta, dan akan menerjunkan tim gabungan dari BKSDA Provinsi Bengkulu dan Jambi serta Sumsel untuk melakukan evakuasi Harimau tersebut.

Saat ini pihaknya juga sudah masang 50 kamera trap (kamera jebak) diseluruh titik di perlintasan harimau di wilayah Muaraenim khususnya di Semendo, serta diback-up dari BKSDA Provinsi Jambi dan BKSDA Provinsi Bengkulu dengan perangkap untuk melakukan evakuasi Teror Harimau tersebut.

Masih dikatakan Matrialis bahwa untuk penyebaran habitat harimau khususnya Sumatera Selatan berjumlah sekitar15 ekor dan untuk pulau Sumatera sekitar 400 ekor.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membunuh harimau tersebut, dab apa bila terbukti melakukan perburuan binatang dilindungi tersebut ada resiko hukumnya.

"Doakan, mudah-mudahan harimau tersebut segara dapat kita evakuasi," pungkasnya.

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved